Danau Tiga Warna, Antara Sains dan Misteri

  • 08 Jan 2026 08:37 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Nusa Tenggara dikenal dengan keindahan alamnya yang luar biasa. Salah satunya adalah Danau Kelimutu di Flores, Nusa Tenggara Timur, yang dikenal sebagai “Danau Tiga Warna.”

Secara ilmiah, perubahan warna air danau disebabkan oleh kandungan mineral, suhu, serta reaksi kimia di dalam kawah. Kajian geologi menunjukkan aktivitas vulkanik di bawah permukaan turut memengaruhi komposisi air sehingga warnanya bisa berganti dari biru, hijau, merah, hingga cokelat.

Namun, masyarakat disekitar Danau Kelimutu memiliki tafsir berbeda. Tiga kawah dianggap sebagai tempat bersemayam arwah yaitu orang tua, anak muda, dan orang jahat.

Nama Kelimutu sendiri berasal dari kata “keli” yang berarti gunung dan “mutu” yang berarti mendidih. Perubahan warna ini adalah ciri khas Danau Kelimutu dan menjadi indikator penting aktivitas vulkanik gunung.

Danau Kelimutu memiliki tiga kawah, yaitu  Tiwu Ata Polo, Tiwu Nuwa Muri Koo Fai, Tiwu Ata Bupu yang warna airnya selalu berubah karena pengaruh gas vulkanik dan mineral. Puncak Kelimutu juga sangat terkenal karena mempunyai pemandangan 360 derajat untuk bisa menikmati matahari terbit atau sunrise.

Perpaduan antara sains dan misteri menjadikan Danau Kelimutu bukan sekadar destinasi wisata, Namun juga sebagai simbol keajaiban alam dan budaya Indonesia yang terus memikat perhatian dunia. Saat ini statusnya merupakan taman nasional, karena selain keindahannya danau ini juga merupakan  habitat berbagai flora dan fauna endemik Flores, termasuk burung elang flores (Nisaetus floris) yang sangat langka.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....