Kampoeng Djowo Sekatul, Oase Wisata Budaya dan Kuliner

  • 16 Des 2025 14:48 WIB
  •  Semarang

KBRN, Kendal: Kampoeng Djowo Sekatul menjadi salah satu destinasi wisata yang konsisten menjaga tradisi dan kearifan lokal. Terletak di Desa Margosari, Kecamatan Limbangan, ikon wisata Kabupaten Kendal ini menawarkan pengalaman wisata yang menenangkan dan sarat nilai budaya.

Kampoeng Djowo Sekatul memadukan suasana pedesaan yang asri, bangunan joglo khas Jawa, alunan gamelan, serta sajian kuliner tradisional. Keberadaannya di kaki Gunung Ungaran menjadikan tempat ini sejuk, alami, dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

Public Relations Kampung Djowo Sekatul, Elly Rusmilawati menuturkan, destinasi ini telah berdiri sejak akhir 2003. Berawal dari kolam pemancingan sederhana, antusiasme pengunjung yang tinggi mendorong pengelola mengembangkan Sekatul menjadi rumah makan bernuansa Jawa.

“Awalnya hanya melayani tamu owner. Namun, sekitar tahun 2005–2006, wisata outbound mulai booming dan Sekatul ikut berkembang,” ujar Elly saat ditemui, Selasa (16/12/2025).

Seiring meningkatnya jumlah pengunjung, pengelola kemudian menambah fasilitas penginapan bernuansa tradisional Jawa. Saat ini, Kampoeng Djowo Sekatul memiliki beberapa pilihan akomodasi.

Ada Homestay Ndalem Bagan dan Barada yang terdiri dari dua joglo dengan total delapan kamar, dan Ndalem Getuk dengan delapan kamar. Ada pula Villa Pandawa yang menawarkan suasana lebih privat.

Menurut Elly, momen libur panjang seperti Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta Lebaran Idulfitri menjadi puncak kunjungan wisatawan. Selain liburan keluarga dan anak-anak, Sekatul juga menjadi lokasi favorit kegiatan perkantoran.

“Kalau akhir tahun banyak tamu dari instansi untuk kegiatan makrab atau gathering. Kapasitasnya bisa sampai 300 orang,” jelasnya.

Kampoeng Djowo Sekatul juga dikenal aktif menggelar berbagai budaya. Setiap Desember, pengelola rutin menyelenggarakan Festival Gelar Tari Rakyat.

Menurutnya, event ini telah masuk dalam kalender event Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kendal. “Tujuan kami tidak hanya pariwisata, tetapi juga nguri-uri budaya, tradisi Grebeg Dewi Sri dengan dua gunungan sebagai simbol rasa syukur,” ucap Elly.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....