Ereveld Kalibanteng dan Candi Terbuka Untuk Masyarakat
- 17 Mar 2023 12:52 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang:
Pengurus Ereveld Kalibanteng Kota Semarang,
membuka pintu kepada masyarakat umum untuk dapat berkunjung di makam korban
saat penjajahan colonial Belanda. Pada kesempatan ini, pengurus Ereveld Kalibanteng
mengundang mahasiwa dari STIEPARI Semarang dan UNDIP untuk mengenal sejarah makam
Belanda di Kota Semarang, Jum’at (17/3/2023).
Lead Comunication, Public Realition and Event Management OGS, Siti Juwindasari mengatakan pihaknya ingin mengenalkan Ereveld kepada mahasiswa untuk bisa mengenal makam kehormatan Belanda ini. Diungkapkannya di Kota Semarang ada 2 makam Ereveld yakni di Kalibanteng dan di Candi yang memeliki keunikan tersendiri dari 7 Ereveld yang ada di Indonesia.
“Ereveld Kalibanteng ini memiliki lahan yang paling luas dan Ereveld Candi merupakan yang terkecil. Keunikan lain dari Ereveld Kalibanteng ini terkenal sebagai ereveld perempuan dan anak karena yang dimakamkan di sini mayoritas perempuan dan anak,” ungkapnya kepada rri.co.id.
Sedangkan ereveld di Candi Kota Semarang memiliki keunikan karena merupakan khusus makam militer.
“Yang perlu diingat bahwa ini adalah makam-makam kehormatan yang merupakan korban perang. Walaupun ada makam tentara di Candi, dari 7 evereld di Indonesia mayoritas adalah masyarakat sipil korban perang,” katanya.
Lebih lanjut Juni mengungkapkan, pihaknya mengundang mahasiswa dari beberapa kampus di Kota Semarang bertujuan mengenalkan sejarah kepada para mahasiswa. Selain itu juga membuka kesempatan mahasiswa untuk penyusunan tugas akhir maupun penelitian.
“Kami ingin berjejaring untuk menambah Network dengan kampus-kampus khususnya, dan kami juga membuka kesempatan untuk bekerja sama dalam hal magang,penyusunan skripsi atau penelitian. Selain itu kami juga ingin bekerjasama dengan dosen-dosen dan kampus-kampus karena banyak kesempatan untuk melakukan proyek bersama,” terangnya.
Selain untuk kalangan akademisi, pihak pengurus ereveld juga membuka kesempatan kepada masyarakat umum untuk mengetahui ereveld yang dikelola OGS. Masyarakat bisa berkunjung tanpa dikenakan biaya alias gratis.
“Kami terbuka untuk siapa saja untuk bisa berkunjung. Pengunjung bisa datang dan tidak ada biaya atau gratis untuk masuknya. Ereveld ini selalu buka dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore dan jika ingin berkunjung silakan menekan tombol bel digerbang masuk,” bebernya.
Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat yang berkunjung di Ereveld untuk tetap mematuhi dan menghormati aturan serta menjaga sikap selama berkunjung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....