Samuel Wattimena Minta Peran Denok Kenang Lebih Dioptimalkan

  • 25 Mei 2025 00:48 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Denok Kenang selaku Duta Wisata Kota Semarang jangan hanya menjadi penerima tamu atau pembawa plakat dan baki, tapi harus dioptimalkan. Anggota komisi VII DPR RI Samuel J.D Wattimena mengatakan, Denok Kenang memiliki latar belakang dan talenta yang tinggi karena dihasilkan dari pemilihan oleh juri-juri hebat.

“Harusnya bisa difungsikan lebih, ada momen-momen yang mereka sebetulnya bisa lebih menjual Semarang dengan cara mereka. Ada yang menguasai lebih dari dua bahasa, ada yang memahami pariwisata yang cukup dalam,” katanya saat menjadi juri kehormatan Denok Kenang 2025 di Taman Budaya Raden Saleh Semarang, Sabtu (24/5/2025).

Samuel meminta Pemerintah Kota Semarang memberi ruang alternatif bagi Denok Kenang. Dengan kesempatan yang lebih, mereka hadir tidak hanya dengan kelebihan fisik saja, tapi juga kecerdasannya.

“Untuk bisa melihat kecerdasan mereka ini, ya harus diberi ruang berekspresi,” jelasnya. Samuel mengaku telah memberikan konsep agar nantinya Denok Kenang kota Semarang bisa diturunkan lagi kepada yang tidak ikut Denok Kenang,

Denok Kenang harus diberi berbagai hal pemahaman. Misalnya dalam hal budaya, tempat wisata, etika, budi pekerti, hingga pengetahuan mengenai caping dan pembuatan kue-kue.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, Denok Kenang tidak sekadar tradisi dan simbol. Akan tetapi, juga merupakan semangat dari warga Kota Semarang dalam menghidupkan wisatanya.

“Denok Kenang itu bukan sekadar pager ayu atau pemanis acara, tapi mereka adalah representasi dari tiga kekuatan yang dimiliki oleh pariwisata kita,” jelasnya. Denok Kenang harus memiliki BIS (Brain, Image, Soul), karena mereka yang akan mempresentasikan wisata kepada para wisatawan.

Agustina mengungkapkan, para finalis Denok Kenang, harus menguasai 20 pengetahuan yang semuanya berkaitan dengan budaya. Selain itu, menurutnya, Denok Kenang harus menguasai bahasa Inggris, karena menjadi penentu apakah wisatawan asing tersebut akan kembali datang atau tidak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....