Mengintip Sejarah Simpang Lima Gumul Kediri

  • 28 Nov 2024 16:07 WIB
  •  Semarang

BRN, Semarang: Simpang Lima Gumul atau (SLG) adalah salah satu landmark modern yang menjadi kebanggaan masyarakat Kediri, Jawa Timur. Desain yang megah menyerupai Arc de Triomphe di Paris, Perancis membuatnya menjadi daya tarik wisata.

Selain itu, monumen ini juga memiliki cerita sejarah dan filosofi mendalam. Pada tahun 2003 SLG mulai dibangun dan diresmikan pada tahun 2008 oleh bupati Kediri saat itu.

Pembangunan monumen in terinspirasi dari cita-cita besar untuk menjadikan Kediri sebagai kota yang dikenal luas. Nama “Simpang Lima” sendiri merujuk pada lima jalan utama yang bertemu di kawasan ini, yaitu jalur menuju pare, Pagu, Wates, Pesantren, dan Gampengrejo.

Monumen ini dibangun sebagai simbol persatuan, kemajuan, dan kebanggaan masyarakat Kediri, sekaligus untuk mengenang sejarah panjang Kediri sebagai salah satu wilayah penting dalam peradaban Nusantara.

Bangunan Simpang Lima Gumul memiliki tinggi 25 meter, lebar 25 meter dan panjang 25 meter, hal itu melambangkan tanggal 25 Maret yang menjadi hari jadi Kabupaten Kediri. Struktur yang megah dihiasi dengan ornamen relief yang menceritakan sejarah dan Budaya Kediri.

Di sekeliling monumen terdapat patung-patung dan ukiran yang menggambarkan seni dan tradisi lokal. Elemen yang ada mencerminkan kekayaan budaya dan kehidupan sosial masyarakat Kediri.

Filosofi yang tersimpan dari relief-relief pada bangunan ini menjadi upaya untuk menjaga memori kolektif tentang kejayaan Kerajaan Kediri.

Bagi Anda yang berencana berkunjung ke Kediri, jangan lupa mampir ke Simpang Lima Gumul untuk menikmati keindahan arsitekturnya sekaligus merasakan kebesaran sejarah dan filosofi yang tersimpan di dalamnya!


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....