Memahami Esensi Moderasi Beragama, Kunci Hidup Damai dalam Perbedaan

  • 09 Feb 2026 22:48 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Memahami esensi dari adanya moderasi beragama, dapat menjadi cara agar toleransi dan nilai pluralisme tidak sekadar menjadi teori. Pengalaman sebagai bentuk praktik dalam moderasi beragama, dirasa perlu lebih optimal agar bisa konsisten diterapkan di masyarakat.

Penggerak GUSDURian UIN Walisongo, Nurul Kholishah Shabirah menyebut, esensi yang cukup penting adalah keseimbangan dan keadilan. Moderasi beragama membuat seseorang bisa tetap teguh dengan keyakinan, dan bisa menghargai perbedaan secara bersamaan.

“Paling utama toleransi ya, saling menghormati antar perbedaan latar belakang. Karena ‘kan tujuannya agama sebenarnya membawa perdamaian, bukan malah bikin jadi konflik,” sebutnya dalam program SPADA PRO 2 RRI Semarang, Selasa, 3 Februari 2026.

Pengalaman dan pembelajaran mengenai moderasi beragama, menurut Lisha juga cukup banyak didapatkan dalam organisasi kampus. Dengan berada di organisasi yang melibatkan banyak latar belakang, ia dapat bertukar pikiran dan pandangan dengan orang-orang yang berbeda agama.

“Terkadang kita bikin ruang diskusi kecil-kecilan, kayak kajian forum-forum akademik. Kita kadang di kampus juga mengundang dari luar karena lingkupnya juga ada di beberapa kampus, kadang kita kolaborasi sama mereka,” jelas Lisha.

Ia memandang praktik moderasi beragama sudah berjalan, meskipun masih dirasa belum optimal. Lisha mengakui masyarakat sudah mulai terbuka akan perbedaan, sehingga bisa hidup berdampingan dan tidak mudah tersulut polarisasi atau perpecahan.

“Tapi di sisi lain pun masih ada yang beragama secara kaku, gampang banget buat nge-judge orang, bahkan kadang lebih fokus dari perbedaan dibanding persamaannya. Moderasi beragama ini masih proses karena teorinya udah ada tapi tinggal gimana kita konsisten menerapkannya,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....