Dampak Self Diagnose Terhadap Kondisi Kesehatan Diri

  • 30 Jan 2026 19:57 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Perilaku self diagnose dalam kesehatan sebenarnya memiliki sejumlah dampak yang ditimbulkan ke diri sendiri. Pentingnya memastikan kondisi kesehatan dan konsumsi obat pada tenaga medis, menjadi keharusan agar seseorang mendapat diagnosis yang semestinya.

Menurut dr. Anindya Paramitha sebagai dokter umum, mendiagnosis diri sendiri bisa berakibat salah penanganan. Semisal, pada kasus demam, ketika sudah mencapai hari ketiga, maka membutuhkan perhatian medis.

“Kalau kondisi kayak gitu idealnya adalah periksakan diri ke tenaga medis terdekat, untuk kita programkan cek laboratorium. Untuk evaluasi, takutnya trombositnya turun, takutnya demam berdarah bisa aja, lho,” ujarnya dalam program Sore Ceria PRO 2 RRI Semarang, Rabu, 28 Januari 2026.

Jika dilihat dari sisi kesehatan mental, self diagnosis juga bisa memicu rasa stres akan kondisi kesehatan. Kondisi pikiran yang stres itulah, yang justru bisa memicu kondisi kesehatan fisik yang lebih serius karena rasa panik secara berlebihan.

“Jadi kayak lingkaran setan, misalnya panik karena keluhan nyeri ulu hatinya, misalnya ya cuma asam lambung. Dia udah panik duluan terus bilang sesek lah, dan lain-lain, nanti jadi beban juga ke mentalnya dia,” kata Anindya.

Sementara, pada saat mengonsumsi obat, Anindya menekankan pentingnya memahami obat yang dijual bebas dengan obat yang diresepkan. Ada beberapa obat yang dijual bebas bisa dikonsumsi, namun ada juga beberapa obat yang diresepkan justru dijual tanpa resep.

“Contohnya kayak antibiotik itu nggak boleh sembarangan pakai, terus golongan steroid itu juga nggak boleh. Kalau anti nyeri mungkin masih aman karena beberapa jenis obat bebas, cuma dosisnya yang nggak boleh ngawur tapi kadang-kadang orang nggak ngerti jadi overdose,” jelasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....