Ramai GERD Sebabkan Henti Jantung, Hati-Hati Self Diagnose

  • 30 Jan 2026 19:34 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Ramainya pembahasan tentang penyakit GERD yang memicu henti jantung, membuat perdebatan di media sosial. Hal ini juga berkaitan dengan terjadinya self diagnosis, karena argumentasi yang muncul berkaitan dengan pengalaman dari masing-masing individu.

Menurut dr. Anindya Paramitha yang merupakan seorang Dokter Umum, self-diagnosis yang sering dilakukan adalah menebak apa yang dialami. Kemudian, akhirnya mencari di internet secara mandiri untuk mengetahui diagnosa dirinya, tanpa melibatkan profesional seperti dokter.

Self diagnose juga ada dua ya, bisa yang medis sama juga yang psikis atau tentang mental health. Itu juga dua-duanya harus diperhatiin, dua-duanya harus cari tenaga profesional sih idealnya begitu,” jelasnya dalam program Sore Ceria PRO 2 Semarang, Rabu, 28 Januari 2026.

Menilik permasalahan GERD yang memicu penyakit jantung, yang cukup ramai di media sosial antara warganet dan dokter. Anindya menyebut, GERD saja tidak bisa memicu terjadinya henti napas atau henti jantung.

“Mungkin dia punya underline disease atau penyakit penyerta lain, yang bisa membuat henti napas atau jantung. Kalau cuma murni karena GERD-nya doang, itu sih nggak sampai mematikan, harusnya begitu,” ungkap Anindya.

Anindya menekankan pentingnya warganet untuk menyaring informasi, terutama yang berhubungan dengan kesehatam. Menerapkan diagnosis tidak hanya sebatas pada keluhan yang dirasakan, namun juga dilihat dari riwayat yang digali secara holistik pada pasien.

“Karena kalau kami tenaga medis juga pakai ditanya-tanya dulu, riwayatnya gimana juga terus ada pemeriksaan fisiknya. Jadi semuanya itu holistik, kita cek semuanya, kalau mungkin cari di internet paling cuma nyebutin keluhannya apa, itu bahaya juga, takut salah penanganan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....