Forum Akademik Jadi Sarana Membumikan Moderasi Beragama

  • 30 Jan 2026 08:40 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Membumikan moderasi beragama di kalangan akademik, dapat diterapkan dalam kurikulum dan ruang diskusi. Keberadaan forum akademik yang menjadi sarana diskusi, bisa menjadi tempat untuk membangun budaya dan moderasi beragama di kampus.

Hal itu diungkapkan Wakil Kepala Departemen Pengembangan Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa(DPM KM) Universitas Negeri Semarang(Unnes) 2025, Fauzil Adim Mahsun. Ia menyebut kurikulum tentang moderasi beragama sudah cukup berjalan dari tingkatan sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

“Secara materi dan tekstual sudah cukup ya, karena memang dari SD, SMP, SMA, hingga masuk kuliah. Kita kan dari itu kan pasti diajari yang namanya toleransi, macam-macam agama hingga saling menghormati,” ujarnya dalam program SPADA PRO 2 RRI Semarang, Selasa, 27 Januari 2026.

Namun, jika menilik dari segi prakteknya, ia menyebut masih banyak yang harus dibenahi dari hal tersebut. Salah satunya konsep bahwa materi tersebut masih sekadar hafalan, namun masih belum menyentuh sisi praktisnya di masyarakat.

“Jadi kurikulum kita mengenai moderasi beragama itu, harus lebih ke sisi project based. Misalnya, kita diajak turun langsung ke lapangan untuk berdialog dengan komunitas tertentu, yang berbeda latar belakang secara agama,” kata Adim.

Selain itu, Adim juga menyebut, keberadaan ruang diskusi dalam forum akademik harus lebih dimaksimalkan. Kekhawatiran terhadap sensitivitas dan kekakuan dalam ruang diskusi, menurutnya harus dihilangkan.

“Padahal, dunia pendidikan itu adalah safe space buat ruang diskusi, kita sebagai mahasiswa ya tempat untuk bertanya, berdebat, untuk mencari jawaban dengan kepala dingin. Kalau ruang diskusi itu dibatasi atau ditutupi, kita bakal kesusahan dan mungkin gencar mencari jawaban di luar sana yang entah kemana arahnya,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....