Tren Sarapan Kukusan Digandrungi Anak Muda, Ini Manfaat Sehatnya

  • 29 Jan 2026 17:58 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang: Tren sarapan kukusan semakin ramai diperbincangkan generasi muda melalui media sosial seperti TikTok dan Instagram. Fenomena tersebut menunjukkan meningkatnya ketertarikan anak muda terhadap gaya hidup sehat sederhana dan praktis sehari hari.

Tren kukusan menghadirkan pilihan sarapan berbahan lokal seperti ubi singkong dan jagung yang mudah diolah masyarakat. Makanan kukus dinilai praktis terjangkau serta cocok bagi pelajar mahasiswa hingga pekerja perkotaan dengan aktivitas pagi.

Mahasiswa Ilmu Gizi Universitas Diponegoro, Firyal menilai tren kukusan sejalan prinsip clean eating yang menekankan pengolahan pangan minimal. “Clean eating itu prinsip makan dengan olahan minimal supaya kandungan zat gizi makanan tetap lebih terjaga,” ujarnya dalam program Sore Ceria PRO2 FM RRI Semarang, Kamis, 29 Januari 2026.

Metode pengukusan dianggap mampu mempertahankan vitamin mineral serta mengurangi tambahan lemak dibanding teknik memasak lainnya. Hal ini menjadikan kukusan relatif lebih ringan bagi pencernaan serta mendukung kebutuhan energi harian masyarakat modern.

Firyal mengingatkan konsumsi makanan instan berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan jangka panjang generasi muda Indonesia. “Kalau terlalu sering konsumsi makanan instan dampaknya nggak baik buat kesehatan jangka panjang,” kata Firyal.

Tren kukusan dinilai sebagai alternatif sarapan praktis yang lebih alami dibandingkan produk ultra processed food populer. Pilihan ini dianggap relevan bagi anak kos maupun pekerja yang membutuhkan sarapan cepat dan mudah dibuat.

Meski kukusan dinilai sehat, Firyal menegaskan pentingnya kombinasi menu serta pengaturan porsi sesuai kebutuhan tubuh. “Singkong, jagung, atau ubi itu semua karbo, jadi tetap perlu ditambah protein, misalnya telur kukus atau tempe, sayur dan buah juga sebagai sumber serat,” jelas Firyal.

Kementerian Kesehatan turut menyoroti tren kukusan sebagai peluang membangun kebiasaan makan sehat masyarakat luas. Pemahaman gizi yang tepat diharapkan membuat tren ini berdampak positif berkelanjutan bagi kesehatan publik nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....