Tantangan Produksi Tak Hentikan Eco Gent Edukasi Masyarakat

  • 29 Jan 2026 08:36 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Tantangan dalam proses produksi dan pemasaran tidak menghentikan Eco Gent untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya penggunaan deterjen ramah lingkungan. Produk berbasis limbah organik ini mendapat respons positif dari publik meski menghadapi sejumlah kendala teknis.

CEO Eco Gent, Dhafin Arga Wira mengakui, tantangan yang mereka hadapi muncul dari berbagai sisi. Salah satunya dalam proses produksi eco enzyme sebagai bahan pembuat deterjen.

“Karena ‘kan eco enzyme memiliki waktu tiga bulan untuk fermentasi sampai jadi. Kalau kami belum menemukan metode yang lebih cepat lagi, itu bakal jadi permasalahan bagi kami,” ucapnya dalam program Sore Ceria PRO 2 RRI Semarang, Senin, 26 Januari 2026.

Selain itu, mereka juga mengalami tantangan sebagai trendsetter yang menyuarakan bijak penggunaan produk rumah tangga. Finance Eco Gent, Muhammad Ibriza Khoirul Wafa enyebut, ada beberapa cara yang mereka lakukan untuk memasarkan produknya.

“Secara offline, kami biasanya membuka booth di expo, karena kami seringkali juga dapat undangan, seperti yang pernah diadakan Kementerian UMKM. Kemudian, secara online, kami juga membuka lewat Shopee dan bisa pre-order ke kita,” ujar Riza.

Mengusung sabun deterjen berbahan limbah organik, kedua mahasiswa Universitas Diponegoro ini mengakui bahwa respon masyarakat cukup positif. Apalagi, produk yang cukup ramah lingkungan tersebut memiliki berbagai jenis deterjen, mulai dari serbuk hingga gel.

“Kami sebelum mengenalkan produk kami berangkat dengan melakukan edukasi dulu, betapa pentingnya deterjen alami ini. Melihat dari banyaknya limbah dan eutrofikasi, kenapa nggak kita bisa selesaikan dengan solusi yang simpel seperti Eco Gent,” kata Riza.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....