Tumpuk Sampah, Hoarding Disorder Picu Gangguan Kesehatan Mental
- 23 Jan 2026 15:36 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Kebiasaan menumpuk sampah di lingkungan tempat tinggal dapat berdampak serius terhadap kesehatan mental dan kualitas hidup masyarakat luas. Perilaku tersebut kini menjadi perhatian karena berkaitan dengan gangguan psikologis yang dikenal sebagai hoarding disorder pada remaja dewasa.
Mahasiswa Psikologi Universitas Diponegoro(Undip), Nathasya Agmy mengatakan, hoarding disorder bukan sekadar kebiasaan malas, melainkan gangguan mental. Hal ini membuat penderitanya kesulitan membuang barang tidak terpakai sehari-hari.
Barang dan sampah sering menumpuk, hingga mengganggu fungsi ruang dan kebersihan lingkungan. Bahkan, perilaku ini juga dapat mengganggu aktivitas harian keluarga dan kehidupan sosial.
Fenomena hoarding disorder dapat terjadi pada berbagai kelompok usia dan kerap tidak disadari oleh penderitanya maupun lingkungan sekitar. “Hoarding disorder adalah kondisi psikologis ketika seseorang mengalami kesulitan ekstrem membuang barang meskipun tidak bernilai guna lagi,” ujarnya dalam Siaran SPADA PRO2 FM RRI Semarang, Jumat, 23 Januari 2026.
Perilaku menimbun barang biasanya dipicu faktor emosional, pengalaman traumatis, serta rasa takut kehilangan yang mendalam secara psikologis. Kondisi ini berkembang perlahan dan sering dianggap wajar sehingga penanganan psikologis menjadi terlambat oleh keluarga maupun masyarakat.
Dampak hoarding disorder tidak hanya dirasakan individu tetapi juga memengaruhi kebersihan dan kesehatan lingkungan tempat tinggal bersama keluarga. “Barang menumpuk sering memberi rasa aman emosional sehingga penderita cemas berlebihan saat diminta membersihkan rumah pribadi,” katanya.
Lingkungan kotor akibat sampah menumpuk berpotensi menimbulkan penyakit fisik dan konflik sosial dengan tetangga sekitar tempat tinggal. Penderita hoarding disorder juga berisiko mengalami isolasi sosial dan penurunan kualitas hidup signifikan dalam jangka panjang.
Kesadaran masyarakat menjadi kunci penting untuk mendeteksi dini dan mencegah kondisi hoarding disorder sejak usia muda berkelanjutan. “Gangguan ini perlu penanganan sejak awal agar tidak berkembang parah dan merugikan banyak pihak sosial,” kata Nathasya.
“Langkah sederhana dapat dilakukan dengan membiasakan memilah sampah dan membersihkan ruang secara rutin setiap hari. Mencari bantuan profesional dianjurkan apabila seseorang mulai kesulitan membuang barang demi kesehatan mental dan kualitas hidup,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....