Basa-Basi Lebih Ramah dan Berempati Saat Lebaran
- 16 Mar 2025 00:04 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Hari Raya Idul Fitri merupakan moment yang dinanti bukan hanya umat muslim, tetapi semua masyarakat untuk bersilahturahmi. Sayangnya, kesempatan silahturahmi ini sering menjadi situasi yang tidak nyaman bagi sebagian orang.
Saat berjumpa, umumnya kita akan memulai obrolan dengan pertanyaan basa-basi, yang tujuan utamanya adalah untuk menjaga silahturahmi. Tapi kalau tidak berhati-hati, basa-basi ini bisa jadi membuat orang merasa tidak nyaman dan risih.
Pertanyaan seperti “Kapan nikah?”, “Kok belum punya anak?”, “Kok makin gemuk/kurus?” seringkali terlontar. Padahal pertanyaan tersebut masuk dalam ranah pribadi yang bisa menyebabkan orang yang ditanya merasa tertekan.
Retno Wahyuningati, relawan Pilar PKBI Jateng dalam Ngobras Pro 1, memberikan tips cara mengganti basa-basi yang kurang empati. Diantaranya dengan mengalihkan ke topik yang lebih ringan dan positif, misalnya, “Apa pengalaman paling seru tahun ini?”
Bisa juga dengan menanyakan kabar dengan tulus tanpa perlu mengulik hal-hal pribadi. Atau bisa dengan membuka obrolan tentang memori kebersamaan keluarga yang membahagiakan pernah dilalui bersama.
Sedangkan cara mengenali bahasa tubuh dan respons lawan bicara, yakni berlatih lebih peka terhadap reaksi orang lain. Kalau mereka terlihat canggung atau mengalihkan pembicaraan, artinya kita perlu ganti topik.
Berusaha untuk menjadi orang yang nyaman diajak ngobrol dengan mendengarkan lebih banyak, jangan hanya ingin didengar. Beri ruang untuk semua orang bercerita tanpa merasa dihakimi.
Sebaliknya, jika kita yang mendapat basa-basi yang menyebabkan tidak nyaman, respons dengan sopan, usahakan tanpa menyinggung. Atau bisa dengan mengalihkan pembicaraan dengan humor atau pertanyaan lain.
Jalin silahturahmi di Hari Fitri dengan basa-basi yang lebih ramah dan berempati.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....