Panggilan Sayang Terhadap Keluarga Harus Dibiasakan
- 29 Jan 2025 05:56 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Tradisi dapat dipahami sebagai kebiasaan, yang memang bisa diupayakan dan dibangun dalam kehidupan Keluarga. Salah satunya tradisi panggilan sayang terhadap anggota keluarga untuk mengharmoniskan kehidupan.
Hal tersebut disampaikan Ustad Anis Tyas Kuncoro, S.Ag., M.A. dalam Mutiara Pagi bersama Pro 1 RRI Semarang. "Kebiasaan baik panggilan sayang itu bisa mencontoh Nabi Muhammad SAW," Jelasnya. (Rabu 29/01/2025).
Ia menambahkan, Rasulullah bahkan memanggil istrinya Aisyah RA Humaira' untuk panggilan sayangnya. "Panggilan ini karena sang istri memiliki kulit yang sangat putih sehingga kemerahan saat terkena sinar matahari atau saat tersipu,"jabarnya.
Menurutnya, selama kebiasaan dan tradisi yang dilakukan tanpa bertentangan dengan ajaran Islam selalu boleh dilakukan. "Kebiasaan yang baik dalam Islam bisa menjadi Akhlak, contoh kebiasaan saat makan, kebiasaan saat dipanggil Orang tua dan masih banyak lagi,"tuturnya.
Ustad Anis juga menegaskan Intinya tidak boleh bertentangan dengan AlQuran dan Sunnah Rasulullah SAW. "Ketika tujuan yang baik dengan cara yang baik tanpa melanggar syariat semuanya boleh,"tambahnya.
Dirinya juga mencontohkan, kebiasaan berbuat baik dalam lingkup yang lebih besar juga bisa dilakukan kepada tetangga. "Ini bisa menjadi kebiasaan atau tradisi yang baik seperti saling mengirimkan makanan atau oleh-oleh saat kita pulang dari bepergian," katanya.
Sebagai Informasi ,dalam sebuah hadis yang diriwayatkan An-Nasa’i.
Dari Aisyah RA, ia berkata, “Orang-orang Habasyah masuk masjid dan menunjukkan atraksi permainan. Lalu Rasulullah SAW bersabda kepadaku, “Wahai Humaira’, apakah engkau mau melihat mereka?” Aisyah menjawab, “Iya.”Maka Nabi SAW berdiri di depan pintu, lalu aku datang dan aku letakkan daguku pada pundak Rasulullah SAW dan aku tempelkan wajahku pada pipi beliau.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....