Peduli Petani, Rumah Mocaf Banjarnegara Angkat Singkong Lokal ke Pasar Ekspor
- 29 Mei 2026 13:21 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Berawal dari kepedulian terhadap nasib petani singkong, seorang warga Banjarnegara sukses mendirikan Rumah Mocaf yang kini mampu memproduksi hingga 40 ton per bulan. Usaha pengolahan tepung singkong atau modified cassava flour (mocaf) itu tak hanya berkembang di pasar domestik, tetapi juga mulai menembus pasar internasional.
Adalah Riza Azyumardi Azra, pelaku usaha mocaf asal Banjarnegara yang mulai menekuni bisnis tersebut sejak 2015. Saat itu, ia prihatin karena harga singkong hasil panen petani hanya dihargai sekitar Rp200 per kilogram sehingga petani kesulitan memperoleh keuntungan layak.
Melalui Rumah Mocaf yang didirikannya, Riza mulai menyerap hasil panen petani lokal untuk diolah menjadi berbagai produk turunan pengganti tepung gandum. Beragam produk yang dihasilkan antara lain chocolate chips, chiffon cake, selondok, tepung roti, tepung berbumbu, hingga gula cair berbahan dasar singkong.
"Dalam satu bulan untuk pasar domestik sekitar 30-40 ton. Kini tren permintaannya terus naik" ujarnya saat ditemui di gerai Rumah Mocaf, Jumat, 29 Mei 2026.
Menurutnya, tren permintaan produk terus meningkat melalui pasar ritel, penjualan daring, hingga pesanan personal dari berbagai daerah. Termasuk, pengiriman produk ke luar negeri seperti Oman, Turki, dan Malaysia, serta menerima permintaan pasar dari China.
Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, Rumah Mocaf menggandeng petani singkong dari berbagai wilayah di Banjarnegara. Melalui pola kemitraan tersebut, petani rutin memasok singkong olahan yang kemudian diproses menjadi aneka produk non-gluten yang lebih sehat dan cocok bagi penderita alergi gandum maupun celiac.
Menurut Riza, pengembangan mocaf memiliki potensi besar sebagai penguat pangan lokal sekaligus alternatif pengganti tepung gandum impor. Karena itu, ia berharap tepung mocaf dapat terserap dalam program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain perluasan pasar, Riza juga berharap adanya dukungan kebijakan berupa subsidi untuk tepung lokal agar lebih kompetitif dibanding tepung gandum. Ia mengaku pernah menerima bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupa oven produksi dan alat pengemasan untuk mendukung pengembangan usaha.
Petani Desa Parakan, Kecamatan Purwanegara, Latif mengakui mendapat menfaat dari keberadaan Rumah Mocaf. Harga singkong kini naik menjadi lebih dari Rp1.000 per kilogram sejak permintaan mocaf meningkat.
"Dulu kesusahan kalau mau jual, sampai harus ke luar kota. Sekarang kami siap menampung dengan harga yang sedikit lebih tinggi," urainya.
Di desanya, petani bahkan mampu memproduksi hingga 21 ton singkong per tahun dari lahan seluas 1–2 hektare. Kerja sama dengan Rumah Mocaf juga membuat pemasaran produk olahan singkong semakin terbuka.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong penguatan pangan lokal berbasis singkong dan komoditas alternatif lainnya. Sejak 2022, sejumlah produk turunan tepung lokal seperti mi mocaf, beras jagung, dan beras singkong bahkan telah menjadi bagian dari cadangan pangan pemerintah selain beras.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....