Tari Bondan, Gambaran Kasih Sayang Ibu Kepada Anaknya
- 04 Jun 2024 18:04 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Sejarah Tari Bondan Menurut artikel oleh Kinesti Eqi Jayanti dari Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Tari Bondan Kendhi diciptakan oleh Supadi Ngaliman Condropangrawit, atau disingkat dengan nama S. Ngaliman.
S. Ngaliman lahir di Sragen pada tanggal 12 Maret 1919 atau pada hari Rabu Legi 9 Jumadil Akhir Tahun 1849 dalam kalender Jawa. Tari Bondan diciptakan sekitar tahun 1970-an sesuai pengamatan terhadap keadaan sosial yang terjadi pada masyarakat sekitar.
Tari Bondan mengisahkan tentang penggambaran seorang anak perempuan yang membantu ibunya mengasuh adiknya, memberikan kasih sayang, dan merawatnya. Kesenian ini dipentaskan oleh anak-anak perempuan.Tarian ini mengajarkan kepada anak-anak untuk mengerti dan memahami pekerjaan perempuan.
Perwujudan gerak dalam tari ini adalah gerak-gerak yang mewakili keseharian seorang ibu, seperti gerak ngudang bayi, menyuapi, dan mencuci. Satu gerakan yang menjadi ciri khas Tari Bondan adalah mereka menari di atas sebuah kendi. Gerakan tersebut menguji keseimbangan penari atas kendi sambil memutarnya serta memainkan payung.
Atraksi ini termasuk unik dan membutuhkan keahlian khusus. Gerakan Tari Bondan ini tidak terdapat dalam tarian putri gaya Surakarta yang lainnya. Jenis Tari Bondan dibagi menjadi Tari Bondan Cindogo, Tari Bondan Mardisiwi, dan Tari Bondan Pegunungan (Tani).
Tari Bondan Cindogo dan tari Bondan Mardisiwi merupakan tari gembira.Tarian tersebut menggambarkan rasa kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Sedangkan, Tari Bondan Pegunungan menggambarkan tingkah laku putri asal pegunungan yang sedang asyik menggarap ladang atau sawah. Busana yang digunakan dalam Tari Bondan adalah kain wiron, baju kotang, dan jamang.
Atraksi ini termasuk unik dan membutuhkan keahlian khusus. Gerakan Tari Bondan ini tidak terdapat dalam tarian putri gaya Surakarta yang lainnya. Jenis Tari Bondan dibagi menjadi Tari Bondan Cindogo, Tari Bondan Mardisiwi, dan Tari Bondan Pegunungan (Tani).
Tari Bondan Cindogo dan tari Bondan Mardisiwi merupakan tari gembira. Tarian tersebut menggambarkan rasa kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Sedangkan, Tari Bondan Pegunungan menggambarkan tingkah laku putri asal pegunungan yang sedang asyik menggarap ladang atau sawah. Busana yang digunakan dalam Tari Bondan adalah kain wiron, baju kotang, dan jamang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....