Air Bersih Jangan Sampai Menjadi Kemewahan

  • 15 Sep 2026 13:29 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID Semarang - Kekeringan kembali menjadi persoalan serius di sejumlah wilayah Kabupaten Kendal. Musim kemarau yang berkepanjangan membuat sumber-sumber air warga mulai mengering. Sumur yang selama ini menjadi tumpuan kebutuhan sehari-hari, tak lagi mampu memenuhi kebutuhan air bersih.

Bagi masyarakat yang terdampak, kekeringan bukan sekadar persoalan tidak turunnya hujan. Kekeringan berarti kesulitan untuk minum, memasak, mandi, mencuci, hingga memenuhi kebutuhan sanitasi. Warga bahkan harus menunggu bantuan air atau menempuh jarak tertentu untuk mendapatkan air bersih.

Kondisi ini menunjukkan bahwa air bersih bukan sekadar kebutuhan pelengkap, melainkan kebutuhan dasar yang menyangkut langsung kehidupan dan kesehatan masyarakat. Karena itu, penanganan kekeringan tidak boleh berhenti pada pendistribusian bantuan air ketika kondisi sudah semakin parah.

Pemerintah daerah bersama pemerintah desa, BPBD, dunia usaha, lembaga kemanusiaan dan seluruh pemangku kepentingan perlu memastikan distribusi air bersih berlangsung cepat, merata dan tepat sasaran. Wilayah yang sumber airnya semakin kritis harus menjadi prioritas, terutama daerah yang masyarakatnya paling sulit mendapatkan akses air.

Namun, bantuan tangki air hanya menjadi solusi jangka pendek. Persoalan yang lebih penting adalah bagaimana memastikan masyarakat memiliki sumber air yang dapat diandalkan ketika musim kemarau datang setiap tahun.

Karena itu, pemerintah perlu memperkuat langkah jangka panjang. Pembangunan dan perbaikan jaringan air bersih, pemanfaatan sumber mata air, penyediaan embung atau penampungan air, serta konservasi lingkungan harus menjadi bagian dari strategi menghadapi kekeringan.

Masyarakat pun memiliki peran penting. Penghematan air, menjaga sumber mata air dan lingkungan, serta tidak membuang-buang air harus menjadi kebiasaan bersama. Sebab, ketika musim kemarau semakin panjang, setiap tetes air menjadi sangat berharga.

Kekeringan di Kendal harus menjadi pengingat bahwa persoalan air bersih tidak bisa ditangani secara reaktif. Negara hadir bukan hanya ketika warga sudah kesulitan, tetapi juga harus hadir melalui kebijakan yang mampu mencegah krisis air semakin meluas.

Air bersih adalah hak dasar masyarakat. Jangan sampai warga Kendal harus memilih antara membeli air untuk kebutuhan sehari-hari atau memenuhi kebutuhan hidup lainnya. Krisis air harus ditangani sekarang, dengan solusi hari ini dan persiapan untuk menghadapi kemarau di masa mendatang.

(Editorial RRI Semarang)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....