Piala Dunia 2026 Momentum Besar Penggerak Ekonomi Nasional
- 13 Jun 2026 16:54 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Piala Dunia FIFA 2026 bukan hanya perhelatan olahraga terbesar di dunia. Ajang yang akan menyedot perhatian miliaran pasang mata ini juga merupakan momentum ekonomi yang mampu menggerakkan berbagai sektor usaha, mulai dari industri kreatif, pariwisata, kuliner, hingga pelaku UMKM.
Meski Indonesia gagal masuk, bukan berarti manfaat ekonominya tidak bisa diraih. Antusiasme masyarakat terhadap sepak bola yang sangat tinggi dapat menjadi pasar potensial bagi produk-produk lokal. Mulai dari merchandise, fesyen bertema sepak bola, konten digital, kuliner, hingga penyelenggaraan kegiatan nonton bareng yang melibatkan pelaku usaha kecil dan menengah.
Pengalaman berbagai negara menunjukkan bahwa peristiwa olahraga global selalu menciptakan efek ekonomi berantai. Industri kreatif memproduksi berbagai karya dan layanan yang relevan dengan momentum tersebut.
Di era digital saat ini, peluang itu bahkan semakin terbuka karena pemasaran dapat menjangkau pasar yang lebih luas melalui platform daring. Namun peluang tidak akan berubah menjadi manfaat apabila tidak ada persiapan.
Indonesia berisiko hanya menjadi pasar konsumtif yang menikmati euforia pertandingan tanpa memperoleh nilai tambah ekonomi yang signifikan. Produk luar negeri akan mendominasi pasar, sementara pelaku usaha lokal hanya menjadi penonton di negeri sendiri.
Karena itu diperlukan kesinambungan dan kolaborasi antarpemangku kepentingan. Pemerintah, asosiasi UMKM, komunitas sepak bola, pelaku industri kreatif, media, hingga platform digital perlu menyusun langkah bersama.
Program pelatihan, promosi produk lokal, penguatan pemasaran digital, dan penciptaan ruang usaha selama momentum Piala Dunia harus dipersiapkan dengan serius. Piala Dunia 2026 seharusnya dipandang sebagai peluang ekonomi, bukan sekadar tontonan olahraga.
Dengan perencanaan yang matang dan sinergi yang berkelanjutan, Indonesia dapat memanfaatkan momentum global ini untuk memperkuat ekonomi kreatif dan UMKM. Jika tidak, kita berpotensi kehilangan kesempatan emas yang hanya datang empat tahun sekali. Saat dunia fokus pada sepak bola, Indonesia harus mampu mencetak gol di bidang ekonomi.
( Editorial RRI Semarang)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....