Beda Pilihan Boleh, Persatuan Harus Dijaga
- 29 Mei 2026 13:19 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Demam menyambut FIFA World Cup 2026 mulai terasa di berbagai lapisan masyarakat. Dukungan terhadap tim-tim favorit tidak hanya hadir di ruang publik, kafe, bahkan lingkungan keluarga. Mengikuti perkembangan sepak bola dunia dengan antusias, berdiskusi tentang pertandingan, hingga mendukung tim pilihannya dengan tertib dan penuh semangat.
Fenomena ini menunjukkan bahwa sepak bola memiliki daya satukan yang melampaui batas sosial, profesi, bahkan tembok pembatas kehidupan. Piala Dunia bukan sekadar turnamen olahraga. Ajang ini menghadirkan ruang kebersamaan yang mempertemukan banyak perbedaan dalam satu emosi yang sama.
Ketika pertandingan berlangsung, orang belajar menerima kemenangan dengan rendah hati dan kekalahan dengan lapang dada. Nilai inilah yang sering hilang dalam kehidupan sosial yang semakin mudah terpecah oleh perbedaan pandangan, pilihan politik, maupun identitas kelompok.
Namun euforia Piala Dunia juga perlu dijaga agar tidak berubah menjadi fanatisme berlebihan. Dukungan terhadap tim tertentu tidak boleh memicu ejekan, permusuhan, atau sikap merasa paling benar. Sportivitas justru diuji ketika tim favorit kalah. Di situlah kedewasaan pendukung terlihat, apakah mampu menghormati hasil pertandingan dan mengakui kualitas lawan.
Indonesia memang belum tampil di panggung utama Piala Dunia, tetapi semangat yang lahir dari ajang ini tetap memiliki nilai besar bagi bangsa. Sepak bola mengajarkan bahwa keberhasilan diraih melalui latihan, strategi, kerja sama, dan mental yang kuat.
Karena itu, euforia mendukung Piala Dunia sebaiknya tidak berhenti pada hiburan semata. Momentum ini perlu dimanfaatkan untuk memperkuat persatuan, memperluas ruang kebersamaan, dan menanamkan sportivitas sejak dini.
Dari stadion megah hingga lingkungan terkecil keluarga, sepak bola dapat menjadi bahasa universal yang mengingatkan bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kesempatan untuk belajar saling menghormati.
( Editorial RRI Semarang)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....