Indonesia Bukan Sekadar Penonton, Mampukah Tembus Panggung Dunia?
- 02 Apr 2026 11:25 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Eforia piala Dunia 2026
RRI.CO.ID, Semarang - Euforia Piala Dunia FIFA 2026 mulai terasa, bahkan jauh sebelum peluit pertama dibunyikan. Turnamen yang akan digelar di Amerika Utara ini bukan sekadar pesta sepak bola terbesar di dunia, tetapi juga simbol perubahan besar, format baru, peserta lebih banyak, dan peluang yang makin terbuka. Pertanyaannya: apakah Indonesia hanya akan jadi penonton setia, atau mulai bergerak menjadi bagian dari cerita besar ini?
Mari kita jujur. Selama ini, mimpi tampil di Piala Dunia sering terdengar seperti retorika kosong. Kita terlalu sering terjebak dalam euforia sesaat bangga saat menang di level regional, tapi lupa bahwa standar global jauh lebih tinggi. Kalau pola ini tidak diubah, 2026 hanya akan jadi tontonan, bukan target.
Namun, ada celah yang tidak boleh diremehkan. Dengan format baru 48 tim, peluang lolos secara matematis memang lebih besar. Asia mendapatkan jatah lebih banyak. Ini bukan jaminan, tapi ini peluang nyata. Di sinilah masalahnya: apakah kita cukup serius untuk memanfaatkan peluang ini, atau kembali terjebak dalam siklus optimisme tanpa strategi?
Lebih jauh lagi, Piala Dunia 2026 seharusnya dilihat sebagai pemicu ekosistem. Sepak bola bukan cuma soal pertandingan, tapi juga industri: ekonomi kreatif, penyiaran, pariwisata, hingga kebanggaan nasional. Negara lain sudah menjadikan momentum ini sebagai alat diplomasi dan pertumbuhan ekonomi.
Jadi, ini soal pilihan. Kita bisa terus menikmati euforia sebagai penonton atau mulai bekerja keras sebagai calon peserta. Tapi satu hal pasti: peluang tidak akan menunggu kesiapan. Kalau kita terus menunda pembenahan, maka ketika kesempatan itu datang, kita tidak akan siap menyambutnya.
( Editorial RRI Semarang)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....