Dinanti Miliaran Pasang Mata, Target Realistis Indonesia di Piala Dunia 2026

  • 26 Feb 2026 11:40 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Perhelatan Piala Dunia FIFA 2026 bukan sekadar agenda olahraga dunia. Ajang yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini menjadi momentum global yang menyedot perhatian miliaran pasang mata. Pertanyaannya, apa relevansinya bagi rakyat Indonesia yang secara geografis jauh dari lokasi penyelenggaraan?

Jawabannya terletak pada bagaimana kita memosisikan diri. Sepak bola bukan hanya tontonan, tetapi industri. Target realistis yang bisa dikejar adalah peningkatan kualitas kompetisi domestik, pembinaan usia muda, serta penguatan tata kelola federasi. Euforia global harus dimanfaatkan sebagai dorongan percepatan reformasi sepak bola nasional.

Lebih dari itu, semarak Piala Dunia membuka peluang ekonomi rakyat. UMKM dapat memanfaatkan momentum melalui penjualan atribut, kuliner tematik, hingga nonton bareng yang dikelola secara kreatif dan tertib. Industri kreatif, periklanan, hingga penyiaran lokal ikut bergerak. Di tingkat komunitas, kegiatan bersama memperkuat kohesi sosial—warga berkumpul tanpa sekat perbedaan.

Manfaat lain yang kerap terabaikan adalah efek psikologis kolektif. Sepak bola menyatukan emosi publik. Dalam situasi sosial dan ekonomi yang tidak selalu mudah, hiburan massal seperti ini menghadirkan optimisme dan rasa kebersamaan serta sportivitas.

Karena itu, semarak Piala Dunia 2026 semestinya tidak berhenti sebagai pesta tontonan. Ia harus menjadi momentum refleksi, sudah sejauh mana pembinaan olahraga kita? Apakah generasi muda mendapat ruang berkembang? Apakah industri olahraga nasional dikelola secara profesional?

Jika momentum ini dimanfaatkan secara strategis, rakyat Indonesia bukan hanya penikmat euforia global, tetapi juga penerima manfaat ekonomi, sosial, dan inspirasi jangka panjang. Sepak bola memang dimainkan sebelas orang di lapangan, tetapi dampaknya bisa dirasakan satu bangsa.

( Editorial RRI Semarang)

Rekomendasi Berita