PT Liga Utama Indonesia Perkuat Tata Kelola Jelang Musim Championship 2026/27
- 01 Sep 2026 09:58 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Jakarta – PT Liga Utama Indonesia (PT LUI), anak usaha PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), memperkuat tata kelola perseroan sebagai bagian dari persiapan menghadapi musim Championship 2026/27. Langkah tersebut menjadi salah satu hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di Sapphire Ballroom, Sheraton Hotel Gandaria, Jakarta, Senin, 24 Agustus 2026.
RUPS tersebut menjadi forum evaluasi perjalanan kompetisi dan bisnis musim 2025/26 sekaligus membahas arah perseroan untuk musim berikutnya. Agenda diikuti 20 klub yang menjadi bagian dari ekosistem Championship musim 2025/26.
Direktur Utama PT LUI, Ferry Paulus, mengatakan konsolidasi antara operator dan klub perlu terus diperkuat karena klub memiliki peran penting dalam ekosistem kompetisi. “RUPS ini menjadi momentum penting bagi kami untuk bersama-sama melihat apa yang sudah dilakukan pada musim 2025/26 dan kemudian menyusun langkah ke depan,” ujarnya.
Menurut Ferry, persiapan menghadapi musim baru tidak hanya berkaitan dengan aspek kompetisi, tetapi juga tata kelola dan bisnis. Oleh karena itu, hasil pembahasan RUPS diharapkan menjadi pijakan bersama untuk membangun kompetisi yang semakin profesional dan kompetitif.
“Kami ingin memastikan bahwa apa yang diputuskan dan dibahas dalam RUPS dapat menjadi pijakan bersama untuk menghadirkan kompetisi yang semakin profesional, kompetitif, dan memiliki fondasi bisnis yang sehat. Musim baru harus dipersiapkan secara menyeluruh, baik dari sisi kompetisi, tata kelola maupun bisnis,” katanya.
Salah satu agenda penting dalam RUPS yakni perubahan susunan pengurus perseroan. Untuk Dewan Komisaris, RUPS menetapkan Sadikin Aksa sebagai Komisaris Utama dan Amir Burhanuddin sebagai Komisaris Independen.
Sementara pada jajaran Direksi, Ferry Paulus ditetapkan sebagai Direktur Utama dan didampingi Asep Saputra sebagai Direktur. Ferry mengatakan perubahan susunan pengurus merupakan bagian dari kebutuhan perseroan untuk memperkuat organisasi dalam menghadapi agenda musim 2026/27.
“Perubahan susunan pengurus merupakan bagian dari dinamika dan kebutuhan perseroan untuk terus berkembang. Yang paling penting adalah bagaimana struktur yang ada dapat bekerja secara solid, memiliki visi yang sama, serta mampu memberikan kontribusi terbaik bagi perkembangan perseroan dan kompetisi,” ujarnya.
Selain perubahan pengurus, RUPS Luar Biasa membahas perubahan Anggaran Dasar perseroan serta proyeksi kegiatan dan bisnis PT LUI untuk musim 2026/27. Pembahasan mencakup proyeksi kompetisi, bisnis, dan keuangan perseroan.
RUPS juga membahas agenda pengalihan saham yang melibatkan sejumlah klub. Pengalihan tersebut antara lain melibatkan Garudayaksa FC dan Persis Solo, PSS Sleman dan Semen Padang FC, serta Isenmulang Kalteng FC dan PSBS Biak.
Sejumlah agenda pengalihan saham lainnya juga dibahas dengan melibatkan Persekat Tegal, Donggala United, RANS Nusantara FC, De Red FC, PT LIB, dan PSGC Ciamis. Kehadiran 20 klub dalam RUPS menjadi bagian dari proses konsolidasi antara operator dan klub.
Klub tidak hanya berstatus sebagai peserta kompetisi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam pengembangan ekosistem Championship. Ferry menegaskan komunikasi dan kolaborasi antara operator dengan klub akan menjadi salah satu kunci dalam menghadapi musim 2026/27.
“Operator dan klub merupakan satu kesatuan dalam ekosistem kompetisi. Kami memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing, tetapi tujuan akhirnya sama, yaitu menghadirkan kompetisi yang berkualitas dan membangun industri sepak bola yang semakin sehat, karena itu, komunikasi dan kolaborasi akan menjadi kunci dalam perjalanan musim 2026/27,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....