Jelang Musim Baru, PSIM Yogyakarta Dalami Regulasi Terbaru FIFA
- 21 Agt 2026 10:29 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Yogyakarta - PSIM Yogyakarta mulai mempersiapkan para pemain menghadapi perubahan regulasi sepak bola yang akan diterapkan pada kompetisi musim 2026/27. Pembekalan dilakukan melalui sosialisasi Laws of the Game (LOTG) agar pemain memahami aturan terbaru dan tidak melakukan kesalahan yang dapat merugikan tim saat pertandingan.
Sosialisasi regulasi tersebut berlangsung di Wisma PSIM, Kamis, 20 Agustus 2026, dengan menghadirkan penilai wasit Fariq Hitaba. “Kalau kita tidak memberikan edukasi dan sosialisasi, mereka akan kaget dan bingung dalam kompetisi mendatang,” ujar Fariq dikutip dari Ileague.id.
Ia menilai perubahan regulasi tidak hanya menjadi urusan perangkat pertandingan. Pemain juga perlu memahami aturan agar dapat menjalankan taktik dengan baik sekaligus menghindari tindakan yang berujung pelanggaran atau hukuman.
“Padahal, ini bagian penting yang wajib dipahami oleh seluruh pemain agar perkembangan sepak bola kita berjalan baik. Tidak hanya dari sisi perwasitan,” ucapnya.
Salah satu materi yang diberikan berkaitan dengan batas kontak fisik dan kategori pelanggaran yang dapat berujung pada hukuman kartu. “Pemain harus memahami kategori tindakan yang diperbolehkan dan yang termasuk pelanggaran,” ucap Fariq.
Dengan pemahaman yang lebih baik, pemain diharapkan dapat menjaga kedisiplinan sekaligus menjalankan skema permainan sesuai instruksi pelatih tanpa melakukan pelanggaran yang tidak perlu. “Semoga melalui sosialisasi ini, mereka makin paham sehingga dapat bermain optimal sesuai taktik tanpa merugikan tim,” katanya.
Fariq juga memberikan perhatian khusus terhadap aturan mengenai penanganan pemain yang mengalami cedera. Dalam regulasi terbaru, pemain yang mendapat penanganan setelah wasit menghentikan pertandingan karena cedera memiliki konsekuensi tertentu sebelum dapat kembali ke lapangan.
“Berdasarkan aturan terbaru, jika pemain berpura-pura cedera dan wasit menghentikan pertandingan, pemain tersebut harus keluar dari lapangan selama satu menit. Jika tidak diedukasi sejak awal, hal ini jelas merugikan taktik tim,” ujarnya.
Menurut Fariq, perubahan tersebut perlu dipahami sejak sebelum kompetisi dimulai. Sebab, ketidaktahuan terhadap aturan dapat berdampak langsung terhadap komposisi pemain dan strategi tim ketika pertandingan berlangsung.
Sosialisasi regulasi ini mengacu pada aturan resmi FIFA yang telah diuji coba pada Piala Dunia 2026. Para pemain PSIM diharapkan dapat memahami sekaligus menerapkan ketentuan tersebut ketika menghadapi kompetisi musim mendatang.
“Untuk musim ini, poin-poin utama yang bersentuhan langsung dengan pemain. Meliputi prosedur pergantian pemain, lemparan ke dalam, tendangan gawang, serta penanganan pemain cedera,” ujar Fariq.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....