Hadapi Persekabpas, PSIM Yogyakarta Uji Kesiapan Tim Menuju Super League

  • 19 Agt 2026 10:10 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Yogyakarta – PSIM Yogyakarta memanfaatkan laga latih tanding menghadapi Persekabpas Pasuruan untuk mengukur kesiapan skuad sebelum kompetisi Super League 2026/27 bergulir. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Selasa,18 Agustus 2026 sore, menjadi bagian dari pematangan taktik, fisik, dan komposisi pemain.

Manajer PSIM Yogyakarta, Iksan Mahar, mengatakan rangkaian uji coba tidak semata-mata ditujukan untuk mengejar kemenangan. “Secara keseluruhan sejak awal uji coba kita memang bukan untuk mencari hasil, melainkan bagaimana menyempurnakan tim secara taktis, teknis, hingga kondisi fisik para pemain,” ungkap Iksan dikutip dari Ileague.

Dalam dua pekan terakhir, agenda uji tanding PSIM difokuskan untuk mematangkan susunan sebelas pemain utama sekaligus membangun koneksi antarpemain. Proses tersebut menjadi penting karena masih terdapat sejumlah pemain yang membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan pola permainan tim.

Iksan menyebut lini depan menjadi salah satu area yang masih mendapat perhatian. Beberapa pemain baru dinilai masih mencari bentuk permainan terbaik, baik dalam menjalankan skema taktik maupun membangun hubungan dengan rekan setim.

“Jadi, kami melihat adanya kekurangan di area tersebut dan hal ini tentu menjadi evaluasi, terutama bagi beberapa pemain baru di lini depan yang terlihat masih mencari cara dan bentuk permainan terbaik. Tidak hanya secara taktis, tetapi juga hubungan antar-pemain,” tuturnya.

Selain mematangkan komposisi utama, tim pelatih juga terus menguji rotasi pemain. Langkah tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan setiap pemain ketika mendapatkan kesempatan tampil dalam pertandingan.

“Iya, kami memang ingin mencoba. Terutama para pemain yang kemarin hanya bermain setengah jam melawan Bhayangkara FC di Kebo Giro, Boyolali,” katanya.

Menurut Iksan, masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu diperbaiki dari laga uji coba. Namun, ia mengingatkan bahwa performa dalam pertandingan pramusim belum dapat menjadi gambaran mutlak mengenai kekuatan PSIM ketika kompetisi resmi berlangsung.

“Kami memang masih melihat beberapa titik kelemahan. Ini tentu belum bisa menjadi tolok ukur bagaimana mereka bermain di liga nanti,” ucapnya.

Performa penjaga gawang muda Athaullah Daib juga mendapat perhatian positif. Ia mencatatkan tiga penyelamatan penting ketika menghadapi pemain-pemain berpengalaman milik Persekabpas.

“Ada tiga penyelamatan yang dilakukan oleh Daib. Meskipun tadi kebobolan oleh pemain yang terpaut usia 30 tahun dengannya, hal ini tentu menjadi hal positif bagi Daib karena memberikan pengalaman melakukan tiga penyelamatan penting,” jelas Iksan.

Sementara itu, pemain PSIM, Raka Cahyana Rizky menilai laga tersebut memberikan manfaat dari sisi menit bermain dan adaptasi stamina. Menurutnya, pemain secara bertahap mulai terbiasa menjalani pertandingan dengan durasi penuh.

“Hari ini kita melawan tim yang cukup bagus secara pertahanan. Secara stamina, perlahan-lahan kami mulai beradaptasi karena biasanya tidak bermain selama 90 menit,” ujar Raka.

Rangkaian uji coba tersebut menjadi bagian dari persiapan PSIM Yogyakarta sebelum memasuki persaingan Super League 2026/27. Tim masih memiliki waktu untuk memperbaiki sejumlah kekurangan, mematangkan koneksi antarpemain, dan memastikan kesiapan fisik maupun taktik sebelum kompetisi resmi dimulai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....