PSIM Promosikan Kiper 16 Tahun ke Tim Senior, Target Timnas Menanti
- 13 Agt 2026 08:16 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Yogyakarta - PSIM Yogyakarta mempromosikan penjaga gawang berusia 16 tahun, Athaullah Daib, dari skuad Elite Pro Academy (EPA) U16 ke tim senior untuk menghadapi Super League 2026/2027. Talenta muda kelahiran 9 April 2010 itu mendapat kesempatan bergabung dan berlatih bersama tim senior selama satu musim.
Pelatih Kepala PSIM Yogyakarta, Jean Paul van Gastel, menyambut positif promosi Daib ke skuad utama. Pelatih asal Belanda yang memiliki pengalaman membina pemain muda di Akademi Feyenoord Rotterdam tersebut menilai Daib memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
“Saya sangat senang bekerja dengan talenta-talenta muda. Kami mengundang anak ini berlatih bersama kami karena ia baru berusia 16 tahun dan performanya cukup baik,” kata Van Gastel, dikutip dari Ileague, Kamis, 13 Agustus 2026. Menurutnya, performa Daib selama mengikuti latihan membuat tim pelatih memutuskan mempertahankannya di skuad senior.
Pelatih kiper PSIM, Mario Capece, juga memberikan program latihan khusus kepada Daib selama masa observasi. Van Gastel mengatakan tim pelatih sebelumnya telah merekomendasikan sang kiper sebelum dirinya melakukan pemantauan secara langsung.
Ia menilai promosi Daib menjadi sinyal positif bagi akademi PSIM dalam menghasilkan pemain muda yang memiliki prospek menuju tim utama. “Saya melihat anak ini memiliki potensi yang sangat besar,” ujar Van Gastel.
Menurutnya, hal ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi akademi kami bahwa para pemain muda memiliki masa depan yang cerah di klub ini. PSIM juga membuka peluang untuk mempromosikan pemain berbakat lain dari kelompok usia ke skuad utama.
Bagi Daib, promosi tersebut menjadi pencapaian penting setelah menjalani proses pembinaan di akademi PSIM. Pelajar kelas 11 SMA Negeri 2 Playen itu mengaku bersyukur mendapat kesempatan memperkuat dan berlatih bersama tim senior pada usia yang masih sangat muda.
“Pertama-tama, saya mengucapkan Alhamdulillah. Sudah bisa masuk ke dalam tim senior pada usia 16 tahun ini,” ujar Daib.
Ia menyebut kesempatan tersebut sebagai hasil dari kerja kerasnya selama menimba ilmu di akademi PSIM. Remaja asal Gunungkidul itu juga menganggap promosi ke tim senior sebagai terwujudnya impian yang telah dibangun sejak kecil.
“Dahulu hal ini selalu terbawa ke dalam mimpi. Saya sering bermimpi bisa bermain di tim senior, dan alhamdulillah sekarang mimpi tersebut sudah menjadi kenyataan,” katanya.
Kesempatan berlatih bersama pemain senior dan pelatih asal Eropa juga memberikan pengalaman baru bagi Daib. Ia mengaku banyak mendapatkan pembelajaran, terutama mengenai budaya sepak bola Eropa yang dibawa Van Gastel ke Indonesia.
Pengalaman tersebut menjadi bekal bagi Daib untuk terus meningkatkan kemampuan sebagai penjaga gawang. “Bagi saya pribadi, saya cukup senang bisa dilatih oleh pelatih asing asal Eropa yang membawa budaya sepak bola Eropa ke Indonesia,” ucapnya.
Daib juga memiliki pengalaman bermain di luar negeri setelah pernah mengikuti pertandingan di Swedia bersama Tim Barati pada 2023. Pengalaman tersebut semakin mendorongnya mengejar target yang lebih tinggi dalam karier sepak bola.
Meski telah didaftarkan sebagai bagian dari tim senior, Daib masih memiliki kesempatan memperkuat PSIM di kelompok umur apabila dibutuhkan. “Saya didaftarkan di tim senior, tetapi tetap bisa bermain untuk tim EPA juga,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....