Semarang Jadi Tuan Rumah Turnamen Futsal Tuli, Asah Kemampuan dan Mental Atlet

  • 29 Jul 2026 13:15 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Kota Semarang menjadi tuan rumah Turnamen Futsal Tuli Antar Klub yang mempertemukan tim-tim dari Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan sekitarnya. Kejuaraan yang digelar Asosiasi Futsal Tuli Provinsi Jawa Tengah tersebut menjadi ajang pembinaan sekaligus pengembangan potensi atlet futsal tuli dari berbagai daerah.

Turnamen berlangsung di GOR Futsal Universitas Diponegoro (Undip) Tembalang, Kota Semarang pada 25-26 Juli 2026. Sebanyak 32 tim putra dan enam tim putri ambil bagian dalam kompetisi yang menggunakan sistem kompetisi penuh untuk menentukan juara berdasarkan perolehan poin terbanyak.

Ketua Panitia, Hinusetya Ladika Shafara mengatakan penyelenggaraan turnamen bertujuan menyediakan wadah kompetisi yang sehat bagi atlet futsal tuli. "Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wadah kompetisi yang sehat untuk mengasah kemampuan teknik, taktik, dan mental bertanding para atlet Tuli," ujarnya.

Selain menjadi arena kompetisi, turnamen juga menjadi sarana mempererat hubungan antarkomunitas dan klub futsal tuli dari berbagai daerah. Kehadiran peserta dari sejumlah provinsi diharapkan mampu memperkuat jejaring sekaligus mendorong perkembangan olahraga futsal tuli di Indonesia.

"Kegiatan ini juga untuk menjalin dan mempererat hubungan persaudaraan antar komunitas dan klub futsal Tuli dari berbagai daerah," kata Hinusetya.

Rangkaian kegiatan dimulai setiap hari pukul 07.00 hingga 16.30 WIB. Acara diawali dengan seremoni pembukaan, sambutan dari para pemangku kepentingan, dilanjutkan kick-off simbolis sebelum pertandingan berlangsung selama dua hari.

Panitia berharap turnamen ini dapat menjadi ruang bagi atlet tuli untuk menunjukkan kemampuan dan prestasinya di cabang olahraga futsal. Ajang tersebut juga diharapkan semakin memperkuat eksistensi atlet tuli di tingkat regional maupun nasional.

Melalui penyelenggaraan turnamen ini, Asosiasi Futsal Tuli Provinsi Jawa Tengah juga ingin meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesetaraan dan inklusi dalam dunia olahraga. Dengan semakin banyak kompetisi yang digelar, diharapkan kesempatan bagi atlet tuli untuk berkembang dan berprestasi akan semakin terbuka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....