Masuk Perempat Final, Pengamat Wahid Prediksi Maroko Sulit Tahlukan Perancis

  • 05 Jul 2026 13:45 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Permainan kolektif menjadi kunci keberhasilan Maroko menyingkirkan Kanada 3-0 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Penampilan tersebut bahkan dinilai sebagai salah satu performa terbaik Atlas Lions sepanjang turnamen.

Pengamat sepak bola dari KONI Semarang, Wahid, menilai kemenangan Maroko tidak hanya ditentukan oleh kualitas individu pemainnya. Justru kekompakan tim menjadi faktor utama yang membuat Kanada kesulitan mengembangkan permainan.

"Oke banget nih permainan Kanada versus Maroko kemarin luar biasa. Saya pikir ini sampai dikatakan salah satu permainan Maroko yang terbaik ya sejauh ini ya. Karena selain dari jumlah gol mereka juga mampu menunjukkan permainan kolektivitas, bukan permainan individu," ujarnya pada RRI, Minggu 5 Juli 2026.

Menurutnya, Maroko sebenarnya diperkuat banyak pemain yang berkarier di klub-klub elite Eropa seperti Brahim Diaz, Achraf Hakimi, dan Noussair Mazraoui. Namun para pemain tersebut mampu mengesampingkan ego individu dan tampil solid sebagai satu kesatuan.

Kolektivitas itulah yang membuat Kanada frustrasi sepanjang pertandingan. Tim tuan rumah kesulitan menemukan celah untuk membongkar organisasi permainan Maroko yang tampil disiplin sejak awal laga.

Pada babak pertama, Kanada masih mampu mengimbangi permainan sehingga skor bertahan 0-0 hingga turun minum. Namun situasi berubah setelah Azzedine Ounahi mencetak gol pembuka pada menit ke-50.

Gol tersebut membuat Kanada meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan. Akan tetapi, upaya itu justru membuka ruang bagi Maroko untuk melancarkan serangan balik yang mematikan.

Wahid menilai gol kedua yang kembali dicetak Ounahi pada menit ke-82 menjadi momen yang mematahkan mental para pemain Kanada. Saat sedang gencar menyerang, mereka justru kembali kebobolan melalui skema serangan balik cepat.

"Bingung, mereka harus menyerang bagaimana seperti apa. Dan ee kefrustasian ini justru berujung pada dua gol tambahan bagi Maroko. Yang saya pikir ini terjadi di menit-menit yang sangat krusial saat Kanada membangun serangan yang bergelombang. Ya. Satu gol perdana di di babak kedua di menit 50 berapa saya lupa ya," tandasnya.

Menurutnya, situasi seperti itu sangat sulit diterima oleh pemain di lapangan karena momentum pertandingan langsung berubah. Ketika skor menjadi 2-0, peluang Kanada untuk bangkit semakin berat.

Penderitaan Kanada semakin lengkap setelah Soufiane Rahimi mencetak gol ketiga pada masa injury time menit ke-90+8. Gol tersebut sekaligus menutup pertandingan dan memastikan langkah Maroko ke babak perempat final.

Keberhasilan ini semakin istimewa karena Maroko sempat kehilangan Ismael Saibari akibat cedera pada menit ke-22. Rahimi yang masuk sebagai pengganti justru mampu memberikan kontribusi besar dengan mencetak gol penutup kemenangan.

Wahid menilai Maroko layak berada di perempat final karena mampu menunjukkan kualitas permainan yang konsisten. Tim asal Afrika Utara itu kini tidak lagi bisa dipandang sebagai tim kejutan semata di panggung sepak bola dunia.

Meski demikian, tantangan yang lebih berat sudah menanti di babak delapan besar. Maroko akan berhadapan dengan Prancis yang lolos setelah mengalahkan Paraguay 1-0 melalui gol Kylian Mbappe.

Menurut Wahid, Perancis masih lebih unggul dari sisi kedalaman skuad, pengalaman, dan kualitas pemain. Faktor tersebut membuat Les Bleus tetap menjadi favorit untuk melaju ke semifinal.

"Ternyata di 8 besar dipastikan maroko nanti bertemu perancis dan ini jadi ulangan partai semi final piala dunia 2024 di Qatar saat itu Perancis yang menang dan akhirnya Perancis ketemu Argentina di final dan Argentina yang menang. Jadi laga Maroko Perancis ini bukan suatu yang baru dan maroko ini semakin membuktikan bahwa mereka punya prestasi yang stabil di piala dunia karena banyak pemain maroko yang berada di liga liga besar yang cukup setara dengan pemainnya perancis jadi seru," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....