Abdul Kholik: Piala Dunia Harus Jadi Pemantik Semangat Timnas Indonesia
- 25 Mei 2026 14:10 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Tengah, Abdul Kholik menilai perhelatan Piala Dunia harus menjadi pemantik semangat bagi Timnas Indonesia untuk terus membangun mimpi tampil di panggung sepak bola dunia. Menurutnya, turnamen empat tahunan itu bukan hanya hiburan, tetapi juga simbol perjuangan, kerja sama, dan strategi dalam meraih kemenangan.
Hal tersebut disampaikan Abdul Kholik saat menghadiri Talkshow Momentum Gelaran Piala Dunia sebagai Simbol Kebangkitan Sepak Bola, Nasionalisme dan Persatuan yang digelar RRI di kampus Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Senin, 25 Mei 2026. Ia menyebut Piala Dunia selalu menghadirkan momen emosional yang dinanti pecinta sepak bola.
“Piala dunia selalu melahirkan banyak drama-drama yang luar biasa, bahkan akan membawa kita pada suasana untuk selalu mengikuti, mendukung dan bersuka cita apabila jagoan kita menang. Bagi Indonesia, event ini selalu bisa menjadi penyemangat bahwa saatnya kita juga harus tampil di Piala Dunia,” ucap Abdul Kholik.
Ia menilai format baru Piala Dunia 2026 yang diikuti 48 tim membuka peluang lebih besar bagi negara berkembang di sepak bola dunia. Indonesia, menurutnya, harus tetap menjaga optimisme untuk bisa menembus putaran final di masa mendatang.
“Kita tidak boleh menghentikan semangat untuk terus membangun harapan, membangun perjuangan untuk bisa tampil di Piala Dunia. Format Piala Dunia sekarang ini yang diikuti 48 tim akan menghadirkan kejutan karena peta kekuatan bola dunia terus berkembang,” katanya.
Abdul Kholik mengakui euforia Piala Dunia 2026 di tengah masyarakat saat ini belum terlalu terasa. Ia memperkirakan antusiasme akan meningkat setelah kompetisi liga domestik maupun internasional berakhir.
“Suasananya memang belum begitu terasa, karena liga-liga dunia masih berjalan. Mungkin setelah itu orang sudah mulai bergeser ke perhelatan Piala Dunia dan diharapkan pemegang hak siar, TVRI bisa memberi ruang untuk memudahkan orang menonton bola,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Snex (Semarang Extreme), Fredy Chandra mengatakan Piala Dunia bisa menjadi momentum membangun nasionalisme masyarakat melalui sepak bola. Menurutnya, pertandingan Timnas Indonesia sering kali menyatukan berbagai perbedaan di tengah masyarakat.
“Ketika kita nonton Timnas berlaga di GBK rasa nasionalisme semuanya keluar tumpah ruah. Piala dunia bisa menjadi acuan kita untuk membangkitkan nasionalisme karena semua perbedaan suku, agama itu ras semuanya jadi satu,” katanya.
Namun, Fredy juga menyoroti perlunya pembenahan sepak bola nasional setelah Indonesia belum berhasil tampil di putaran utama Piala Dunia. Ia menilai regulasi kompetisi dan pembinaan pemain usia dini masih perlu diperkuat.
“Regulasi kompetisi yang buruk, pembinaan pemain usia dini yang kurang, dan ketergantungan pada naturalisasi sebagai solusi instan. Perlu perbaikan regulasi liga, profesionalisme PSSI, dan fokus pada pembinaan pemain usia dini sejak umur 5 tahun, mencontoh negara-negara Eropa,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....