Pelatih Widodo Beberkan Kunci Garudayaksa FC Juara atas PSS Sleman

  • 11 Mei 2026 11:09 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Pelatih Garudayaksa FC, Widodo Cahyono Putro, mengungkap kunci keberhasilan timnya menjuarai Pegadaian Championship 2025/2026. Salah satu faktor penentu kemenangan adalah persiapan adu penalti yang telah dilatih sejak jauh hari.

Garudayaksa FC memastikan gelar juara usai mengalahkan PSS Sleman lewat adu penalti pada partai final di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu, 9 Mei 2026 malam. Kedua tim sebelumnya bermain imbang 2-2 selama waktu normal dan perpanjangan waktu.

Widodo mengaku telah memprediksi laga final berlangsung ketat hingga kemungkinan ditentukan lewat adu penalti. Karena itu, skema tendangan penalti rutin menjadi bagian latihan tim.

“Kita sudah prediksi laga final tidak mudah dan akan terjadi adu penalti. Makanya setiap latihan, kita selalu persiapkan adu penalti,” kata Widodo, dikutip dari Ileague, Senin, 11 Mei 2026.

Menurut pelatih yang akrab disapa WCP itu, persiapan tersebut membuat para pemain tampil lebih tenang saat menjadi algojo. “Itu juga yang membuat anak-anak terlihat enjoy dalam adu penalti,” ujarnya.

Dalam babak adu penalti, empat dari lima eksekutor Garudayaksa FC sukses menjalankan tugas. Setelah tendangan Everton Nascimento melambung, Manda Cingi, Christian Frydek, Dedi Tri Maulana, dan Taufik Hidayat berhasil mencetak gol.

Di bawah mistar, kiper Yoewanto Stya Beny tampil gemilang dengan menggagalkan dua penalti PSS Sleman. Tendangan Kevin Gomes dan Gustavo Tocantins berhasil dibendung.

Meski meraih gelar juara, Widodo menegaskan sepak bola bukan hanya soal menang dan kalah. Ia berharap rivalitas di lapangan tetap diiringi semangat membangun persaudaraan.

“Tentunya sangat gembira bagi kami (bisa juara). Yang terutama dalam sepakbola bukan kalah menang, tapi lebih dari itu, kita jadi saudara,” ucapnya.

Widodo berharap Garudayaksa FC dan PSS Sleman terus berkembang di masa mendatang. Menurutnya, kemajuan sepak bola Indonesia membutuhkan persaingan sehat dan kebersamaan.

“Bagaimana kita bangun sepakbola, disitu ada persaudaraan, supaya sepakbola kita tambah maju. Ke depannya, mudah-mudahan Garudayaksa FC dan PSS Sleman bisa berkembang lebih baik lagi,” katanya.

Soal langkah berikutnya usai promosi ke kasta Super League, Widodo belum ingin banyak berbicara. Ia masih menunggu arah kebijakan manajemen klub.

“Saya belum tahu ke depannya seperti apa. Kalau fondasi, terserah manajemen, kalau kelanjutannya seperti apa, kita akan bicarakan lagi,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....