Mengenal “Vinicius Law” yang Akan Hadir di Piala Dunia 2026

  • 30 Apr 2026 13:32 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Sebuah aturan baru dalam sepak bola, dipastikan akan mewarnai Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung Juni mendatang. Aturan menutup mulut saat konfrontasi dengan lawan yang populer dengan “Vinicius Law”, akan diganjar dengan kartu merah bagi pemain yang melakukannya.

Aturan tersebut resmi disahkan, dalam sebuah pertemuan khusus International Football Association Board (IFAB) di Vancouver, Kanada, Senin (28/4/2026) waktu setempat. Aturan yang diusulkan FIFA tersebut, resmi akan berlaku pada Piala Dunia 2026 di Amerika Selatan, Kanada, dan Meksiko musim panas mendatang.

Secara garis besar, aturan ini melarang pemain untuk menutup atau menghalangi mulutnya saat berada dalam situasi konfrontatif dengan lawan. Selama ini, beberapa pemain kerap menutup mulutnya dengan tangan atau jersey untuk menyamarkan perkataan mereka dari kamera atau wasit.

Nantinya pemain yang tertangkap melakukan hal tersebut, berpotensi diganjar kartu merah oleh wasit. Pemberlakuan aturan ini sendiri, adalah sebagai bagian untuk mencegah terjadinya ujaran diskriminasi dan rasial secara verbal di lapangan hijau.

Presiden FIFA, Gianni Infantino menegaskan bahwa aturan ini dilakukan untuk memberi efek jera terhadap perilaku diskriminatif saat bertanding. Menurutnya jika seorang pemain berkata rasis atau diskriminatif, maka ia berhak untuk dikeluarkan dari lapangan.

Penyebutan “Vinicius Law” tidak lepas dari kejadian yang melibatkan punggawa Real Madrid, Vinicius Junior, saat menghadapi Benfica di Liga Champions Eropa pada Februari lalu. Ia saat itu terlibat momen konfrontatif dengan pemain Benfica, Gianluca Prestianni yang diduga melakukan pelecehan diskriminatif secara verbal.

Situasi menjadi rumit, lantaran pada saat melakukan hal tersebut Prestianni menutup mulutnya dengan menggunakan jersey-nya sendiri. Meskipun sempat membantah tindakan tersebut, Prestianni kemudian tetap diganjar hukuman larangan bertanding sebanyak enam pertandingan oleh UEFA akibat ujaran diskriminatif.

Dengan diberlakukannya aturan tersebut di Piala Dunia mendatang, diharapkan pemain bisa lebih berhati-hati dalam bersikap. Terutama untuk mencegah perilaku diskriminatif di lapangan, serta menjaga sportifitas dalam bertanding selama pesta bola dunia itu berlangsung.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....