I.League Kutuk Insiden Kekerasan di Laga EPA U-20 Semarang
- 22 Apr 2026 11:18 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang — Operator kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Super League 2025/2026, I.League, mengecam keras aksi tidak sportif berupa tendangan “kungfu” dalam laga EPA U-20 antara Bhayangkara Presisi Lampung FC melawan Dewa United Banten FC. Insiden tersebut dinilai mencederai nilai sportivitas dan pembinaan pemain muda.
Peristiwa yang terjadi di Stadion Citarum, Semarang, Minggu, 19 April 2026 melibatkan pemain Timnas Indonesia U-20, Fadly Alberto. Aksi tersebut langsung menjadi sorotan publik dan perhatian serius pemangku kepentingan sepak bola nasional.
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menyayangkan keras insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa kompetisi EPA merupakan fondasi penting dalam pembinaan sepak bola Indonesia.
“Sangat disayangkan insiden seperti ini terjadi di kompetisi Elite Pro Academy, yang merupakan tiang penting dan fondasi sepak bola Indonesia ke depan. Dari kompetisi inilah diharapkan lahir cikal bakal pemain Timnas Indonesia di masa mendatang," ungkap Ferry Paulus dikutip dari laman resmi I.League.
Ia menambahkan, kompetisi usia muda tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan teknis, tetapi juga pembentukan karakter dan sikap pemain. Nilai sportivitas harus menjadi dasar dalam setiap pertandingan.
“Karena itu, dibutuhkan sikap dan attitude yang baik dari seluruh pelaku. Pemain harus diajarkan untuk selalu mengedepankan asas fair play. Bahkan perangkat pertandingan juga diuji untuk mampu menjalankan prinsip yang sama, karena tujuan utama EPA adalah pembinaan," ujarnya.
Ferry juga menegaskan, tindakan yang membahayakan keselamatan pemain tidak dapat ditoleransi dalam bentuk apa pun. I.League mendukung langkah tegas untuk memberikan efek jera.
“Kami tidak bisa mentoleransi tindakan yang membahayakan keselamatan pemain. Kami mendukung penuh langkah PSSI dan Komite Disiplin untuk memberikan sanksi tegas agar menjadi pembelajaran bagi semua pihak," ucapnya.
Selain itu, I.League mengimbau seluruh pelaku sepak bola usia muda untuk menjaga emosi dan menjunjung tinggi sportivitas. Hal ini penting agar tujuan pembinaan dapat berjalan optimal.
“Kami mengimbau seluruh pelaku sepak bola usia muda untuk tetap menjunjung sportivitas. Apa pun yang terjadi di lapangan, pemain harus mampu mengendalikan emosi karena tindakan seperti ini justru akan merugikan masa depan mereka sendiri,” katanya.
I.League memastikan akan terus berkoordinasi dengan PSSI, Komite Disiplin, dan Komite Wasit. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pengawasan serta meningkatkan kualitas pembinaan dalam kompetisi EPA Super League musim 2025/2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....