Sutan Harhara Berpulang, Ini Jejak Prestasinya di Dunia Sepak Bola Indonesia
- 12 Apr 2026 09:28 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Dunia sepak bola Indonesia berduka atas berpulangnya legenda nasional, Sutan Harhara. Ia meninggal dunia pada Sabtu, 11 April 2026 pukul 01.29 WIB di RSUD Tangerang Selatan dalam usia 73 tahun.
Kabar duka ini langsung mendapat respons luas dari insan sepak bola tanah air. Klub Persija Jakarta melalui akun resminya menyampaikan belasungkawa dan mengenang peran besar almarhum bagi tim.
Dalam pernyataannya, Persija menyebut Sutan sebagai sosok penting di balik kesuksesan klub pada era 1970-an. Publik juga diajak mendoakan almarhum serta memberi kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Sutan Harhara lahir pada 9 Agustus 1952 dan dikenal sebagai pemain bertahan serba bisa. Ia mampu bermain sebagai bek kanan, bek kiri, hingga libero, sebagaimana tercatat dalam arsip PSSI.
Kariernya bersama Persija Jakarta menjadikannya bagian penting dari era kejayaan klub. Ia turut membawa tim meraih gelar juara kompetisi Perserikatan 1973 dan 1975, menurut catatan sejarah PSSI.
Di level internasional, Sutan juga menjadi pilar Timnas Indonesia selama hampir satu dekade. Ia tampil di Kualifikasi Piala Dunia 1974 dan sejumlah turnamen regional, sebagaimana tercatat dalam dokumentasi FIFA dan PSSI.
Salah satu momen bersejarah adalah saat Indonesia mengalahkan Uruguay 2-1 pada 1974. Kemenangan tersebut dikenang sebagai salah satu capaian penting sepak bola nasional.
Ia juga pernah menghadapi klub-klub besar dunia seperti Manchester United, Ajax Amsterdam, dan Rapid Vienna dalam laga internasional.
Di ajang regional, ia membela Indonesia pada SEA Games 1977 dan SEA Games 1979. Pada kedua edisi tersebut, Indonesia meraih medali perak, menurut arsip SEA Games Federation.
Jejak Prestasi Sutan Harhara
Berikut sejumlah pencapaian penting yang menandai perjalanan karier Sutan Harhara:
- Juara Perserikatan bersama Persija Jakarta pada 1973 dan 1975.
- Andalan Timnas Indonesia selama hampir delapan tahun.
- Tampil di Kualifikasi Piala Dunia 1974.
- Berperan dalam kemenangan Indonesia atas Uruguay 2-1 pada 1974.
- Menghadapi klub-klub besar dunia seperti Manchester United dan Ajax Amsterdam.
- Meraih medali perak di SEA Games 1977 dan 1979.
Setelah pensiun sebagai pemain, Sutan tetap mengabdikan diri di dunia sepak bola. Ia melatih sejumlah klub, termasuk PSMS Medan, PSIS Semarang, Persela Lamongan, dan Semen Padang.
Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Teknik PSSI pada 2010–2011. Dalam peran tersebut, ia berkontribusi dalam pembinaan pemain muda yang kemudian memperkuat Timnas Indonesia.
Kepergian Sutan Harhara meninggalkan duka mendalam sekaligus warisan berharga bagi sepak bola nasional. Dedikasi dan kontribusinya akan selalu dikenang dalam sejarah panjang sepak bola Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....