Klasik Nomor 10, Gelandang Serang yang Tinggal Kenangan?
- 31 Okt 2025 15:12 WIB
- Semarang
Peran klasik nomor 10 merujuk pada gelandang serang murni yang menjadi pusat kreativitas tim yang beroperasi tepat di belakang striker, berfungsi sebagai penghubung antara lini tengah dan depan. Peran ini menuntut visi superior, passing akurat, dan kemampuan mencetak gol indah.
Era keemasan peran ini terjadi sekitar tahun 1980-an hingga awal 2000-an bersama para legenda lapangan hijau. Pemain seperti Maradona, Zinedine Zidane, dan Ronaldinho adalah ikon dari peran penting tersebut.
Sepak bola modern kini menuntut intensitas tinggi dan pertahanan kolektif yang sangat ketat. Kebanyakan tim beralih menggunakan formasi yang menekankan keseimbangan antara menyerang dan bertahan.
Nomor 10 klasik telah digantikan oleh gelandang box-to-box atau winger yang bergerak menusuk ke dalam area tengah. Gelandang modern kini diwajibkan melakukan pressing tinggi dan ikut aktif membantu pertahanan tim. Peran False Nine juga mengambil alih banyak tanggung jawab kreatif di lini serang.
Pemain kreatif kini dipaksa bergeser ke area sayap atau bermain lebih dalam sebagai gelandang serang sentral. Mereka tidak lagi memiliki ruang bebas yang leluasa untuk mengatur alur serangan secara sendirian.
Hilangnya peran nomor 10 klasik menghilangkan salah satu aspek paling romantis dalam sejarah sepak bola. Penggemar merindukan sosok tunggal yang dapat mengubah hasil pertandingan hanya melalui kejeniusan individu.
Warisan nomor 10 klasik tetap hidup dalam memori para penggemar sepak bola di seluruh dunia. Beberapa pemain modern mencoba menggabungkan peran tersebut dengan tuntutan fisik yang ada sekarang. Peran ini mungkin berevolusi, tetapi filosofi kreativitasnya akan tetap abadi. (Fahri Marlian)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....