Forkompinda Kota Semarang Bersatu, Berkomitmen Beratas Gangster

  • 20 Sep 2024 18:35 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Polrestabes dan Pemerintah Kota Semarang mengambil tindakan tegas dengan mengadakan Focus Group Discussion (FGD) yang fokus pada deteksi dini dan pencegahan. Menyikapi lonjakan kenakalan remaja yang terjadi akhir-akhir ini, khususnya insiden yang melibatkan remaja bersenjata tajam.

Acara yang digelar di Mapolrestabes Semarang ini menghadirkan pemangku kepentingan utama antara lain Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol. Irwan Anwar, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, dan beberapa pakar pendidikan dan hukum, Jumat (20/9/2024).

FGD membahas peningkatan insiden kekerasan yang mengkhawatirkan, termasuk penyerangan terhadap mahasiswa Udinus baru-baru ini di Jl. Kelud Raya. Para peserta menekankan pentingnya pendekatan multi-cabang untuk mencegah peningkatan kekerasan remaja lebih lanjut.

Diskusi tersebut menyoroti peran media sosial dalam menumbuhkan budaya negatif, termasuk perlunya keluarga memainkan peran penting dalam membimbing anak-anak mereka. Walikota Semarang Hevearita G. Rahayu menekankan perlunya keterlibatan orang tua dalam membentuk pola pikir generasi muda.


“Pekerjaannya sekarang selain mencegah adalah bagaimana mengobati yang sudah jadi gangster itu. Ini juga pekerjaan bukan pekerjaan yang mudah sehingga kami tadi sudah sepakat nanti minggu depan akan lakukan inventarisir kembali apayang akan harus dilakukan,“ terang wali kota.

Sementara, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol. Irwan Anwar mengakui keseriusan situasi ini, dan menyoroti peningkatan signifikan dalam kekerasan melibatkan anak-anak. Terkait gengster dengan 31 bentrokan yang terdokumentasi di Kota Semarang.

“Pada minggu ini saja terdapat 5 insiden yang melibatkan 49 anak, dengan 23 anak ditahan. Polrestabes Semarang juga menggencarkan upaya pemberantasan penjualan minuman beralkohol untuk menghidari terkonsumsi kepada anak di bawah umur,” ujarnya.

Anggota Legislatif Kota Semarang, Dini Inayati turut menekankan perlunya strategi pencegahan yang efektif, termasuk program pendidikan karakter dan rehabilitasi. “Pentingnya keterlibatan masyarakat, termasuk ketersediaan dan pemanfaatan aplikasi “Libas” secara lebih luas, juga disoroti,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....