Regenerasi Petugas Pemulasaran Jenazah, Baznas Gelar Pelatihan

  • 31 Jul 2024 17:31 WIB
  •  Semarang

KBRN, Batang: Petugas pemulasaran jenazah yang dirasa kian renta, dikhawatirkan tidak mampu bertugas secara optimal. Oleh sebab itu, Baznas Batang menginisiasi digelarnya pelatihan pemulasaran, khusus jenazah wanita, di empat kecamatan percontohan, yaitu Gringsing, Reban, Blado dan Tulis.

Wakil Ketua Bidang Keuangan dan Pelaporan, Baznas Batang, Slamet Siswadi mengatakan, sebagian besar petugas pemulasaraan berusia lanjut, diatas 60 tahun di desa-desa. "Ini sudah mendesak harus ada persiapan petugas pemulasaran jenazah wanita, kami latih kaum ibu dengan rentang usia 33 keatas," terangnya usai memantau pelatihan di Pendapa Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Rabu (31/7/2024).

Pelatihan diberikan secara teori dilengkapi dengan praktik langsung, seperti tata cara memandikan jenazah, mengkafani sesuai hukum fiqih. "Yang tidak kalah penting, peserta dilatih cara membuat agar mata dan jenazah tertutup, semuanya diberikan metodenya sesuai syariat Islam," tegasnya.

Pembicara juga menghadirkan pihak medis, dikarenakan petugas pemulasaraan tetap terlindungi dari penyakit menular yang terkadang diderita jenazah. "Paling tidak mereka dilatih memandikan jenazah sesuai tata cara kerja baku, sekaligus agar tetap terlindungi," imbuhnya.

Salah satu peserta, Rosiati mengaku usai mendapatkan pelatihan langsung dari Baznas ilmunya dalam proses pemulasaraan jenazah makin lengkap. "Selama ini cuma membantu memandikan jenazah kalau tetangga meninggal, sekarang sudah tahu biar waktu memandikan tidak bingung lagi," ungkapnya .

Camat Tulis, Joko Prasetyo membenarkan, saat jumlah petugas pemulasaraan jenazah khusus wanita yang hanya tiga orang tidak bisa menjangkau 17 desa, ketika ada warga yang meninggal. Seringkali tiga petugas harus menjangkau desa yang jaraknya cukup jauh, sehingga tidak dapat tepat waktu.

"Program dari Baznas ini sangat positif, karena untuk mengkader calon petugas pemulasaraan jenazah khusus wanita. Pelatihan ini disambut baik, dengan menyiapkan dua perwakilan tiap desa ditambah perwakilan ormas dari Fatayat, Aisyiyah dan LDII, sebanyak 40 orang," bebernya. (Heri Kis)



Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....