Warga Berunjuk Rasa, Tolak Keberadaan Hotel di Desanya
- 13 Jul 2024 16:11 WIB
- Semarang
KBRN, Pati: Ratusan warga Desa Puncel, Kecamatan Dukuhseti berunjuk rasa di balai desa setempat. Mereka menyampaikan aspirasi penolakannya keberadaan sebuah hotel di desanya, yang dinilai akan berdampak negatif bagi warga terutama anak-anak.
Ketua Ranting Fatayat NU Desa Puncel Hj Masruroh menilai, keberadaan hotel di desanya tidak membawa manfaat apapun. Justru sebaliknya akan membawa dampak negatif bagi kehidupan warga sekitar.
“Semua warga Desa Puncel bersepakat menolak dengan adanya hotel tersebut,” kata Hj Masruroh.
Menanggapi penentangan warga itu, pemilik hotel Eko Suprayitno menyampaikan pernyataannya untuk tidak melanjutkan niatnya membuka usahanya di Desa Puncel itu. Surat pernyataan itu disampaikan melalui Pengacara Izzudin Arslan yang mendapat kuasa hukum warga Desa Punel.
“Dengan ini menyatakan 12 Juli 2024, saya (Eko Suprayitno), menutup atau menghentikan beroperasinya usaha perhotelan yang terletak di Desa Puncel. Karena situasi yang tidak kondusif di Desa Puncel,” katanya.
Camat Dukuhseti Kabupaten Pati Agus Sunarko mengapresiasi sikap pemilik hotel. Dia mengatakan, masyarakat boleh berbeda pemahaman dengan memusyawarahkan persoalan secara kekeluargaan.
“Mari kita bersama-sama menjaga dan saling menghormati. Itu yang menjadi harapan kita semua,” ujar Agus Sunarko.
Sehari sebelumnya berunjuk rasa, warga Desa Puncel beraudensi dengan Camat Dukuhseti dengan melibatkan tokoh-tokoh masyarakat.(*)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....