Perhutani Purwodadi Siapkan 1,1 Juta Bibit untuk Musim Tanam 2026

  • 07 Okt 2026 15:48 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Grobogan – Perum Perhutani KPH Purwodadi menyiapkan 1.100.979 plances bibit tanaman untuk memenuhi kebutuhan musim tanam 2026. Bibit tersebut dipersiapkan melalui Persemaian Sinawah, RPH Sinawah, BKPH Jatipohon, sebagai bagian dari regenerasi tanaman di wilayah kerja KPH Purwodadi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 754.458 plances merupakan bibit jati stek pucuk, 72.919 plances jati KBK, dan 273.602 plances tanaman rimba. Seluruh bibit disiapkan untuk ditanam pada musim tanam 2026 sesuai kebutuhan di wilayah kerja KPH Purwodadi.

Kesiapan bibit dipastikan melalui monitoring dan evaluasi langsung di Persemaian Sinawah, Selasa 6 Oktober 2026. Administratur KPH Purwodadi Doddy Juli Irawan mengecek kondisi persemaian, pertumbuhan bibit, jumlah tanaman, serta proses pemeliharaannya.

Pengecekan dilakukan untuk memastikan bibit tumbuh optimal dan siap didistribusikan sesuai kebutuhan penanaman. Kondisi persemaian menjadi salah satu faktor yang menentukan kualitas tanaman sebelum ditanam di lapangan.

Administratur KPH Purwodadi, Doddy Juli Irawan mengatakan kesiapan bibit menjadi tahapan penting dalam mendukung keberhasilan pengelolaan hutan secara berkelanjutan. "Dengan jumlah lebih dari 1,1 juta plances bibit yang kita siapkan, kami ingin memastikan seluruh proses mulai dari persemaian, pemeliharaan hingga distribusi bibit dapat berjalan dengan baik dan tepat waktu,” ujarnya.

Selain mendukung regenerasi hutan, kegiatan persemaian juga melibatkan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja lokal. Warga terlibat dalam pemeliharaan bibit sekaligus memperoleh kesempatan mendapatkan penghasilan dari kegiatan di persemaian.

“Yang tidak kalah penting, kegiatan persemaian ini juga melibatkan tenaga kerja lokal, khususnya masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi. Ini merupakan bentuk keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan membangun hutan. Kami berharap masyarakat mendapatkan manfaat secara langsung sekaligus tumbuh rasa memiliki terhadap keberadaan hutan,” ucap Doddy.

Salah satu tenaga kerja lokal, Suprapti, mengatakan kegiatan persemaian memberikan manfaat ekonomi sekaligus pengalaman bagi masyarakat sekitar. Ia mengaku senang bisa ikut bekerja di persemaian.

"Selain membantu kebutuhan ekonomi keluarga, kami juga merasa ikut berperan dalam menyiapkan tanaman untuk hutan. Harapan kami, bibit-bibit yang kami rawat bisa tumbuh dengan baik dan nantinya hutan kembali hijau, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat dan generasi yang akan datang,” tutur Suprapti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....