Dorong Anak Tak Hanya Jadi Konsumen Teknologi, Guru PAUD Jateng Dapat Pelatihan AI
- 06 Okt 2026 08:44 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Ratusan guru Pendidikan Anak Usia Dini(PAUD) di Jawa Tengah mendapatkan pelatihan penggunaan kecerdasan buatan (AI), robotik, dan coding untuk mendukung pembelajaran anak usia dini. Di tengah percepatan perkembangan teknologi tersebut, Bunda PAUD Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin mengingatkan agar anak tidak hanya tumbuh sebagai konsumen teknologi.
Menurut Nawal, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir anak sejak usia dini. Oleh karena itu, peran guru dan orang tua menjadi penting agar teknologi mampu mendorong anak menjadi pribadi yang aktif, kreatif, dan produktif.
“Di tengah disrupsi teknologi yang luar biasa saat ini, kami mengajak pendidik untuk mendampingi anak-anak, bagaimana teknologi ini sebagai perantara untuk bisa meningkatkan daya kritisnya,” ujar Nawal saat memberikan arahan pada Pelatihan Robotik dan Coding bagi Tenaga Pendidik PAUD Berbasis STEAM di Kota Salatiga, Senin, 5 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, ada tiga hal yang harus diperkuat dalam penerapan AI di dunia pendidikan, yakni daya kritis, etika, dan kreativitas. Ketiga aspek tersebut dinilai penting agar anak mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
Daya kritis perlu dikenalkan sejak dini melalui kemampuan memilah informasi yang benar dan tidak benar. Anak juga perlu dibiasakan mengenali sumber informasi yang kredibel serta memahami perbedaan antara fakta dan hoaks.
Selain itu, etika dalam penggunaan teknologi juga tidak boleh diabaikan. Anak perlu diajarkan menghargai karya orang lain, termasuk mencantumkan sumber ketika menggunakan informasi atau materi yang berasal dari pihak lain.
Nawal menambahkan, kreativitas harus menjadi tujuan utama dalam pemanfaatan teknologi. AI dan berbagai perangkat digital seharusnya membantu anak menghasilkan karya dan mengembangkan ide, bukan sekadar menjadi sarana konsumsi konten.
“Dunia pendidikan ini dituntut untuk mampu beradaptasi dan berinovasi. Adaptasi dan integrasi teknologi dalam pendidikan bukan lagi bersifat pilihan Bapak Ibu, tetapi ini sudah menjadi kebutuhan kita bersama,” katanya.
Menurutnya, kesiapan menghadapi perkembangan teknologi harus dibangun sejak usia dini. Hal itu penting karena teknologi kini telah menjadi bagian dari hampir seluruh aktivitas manusia, termasuk dalam proses belajar mengajar.
Pelatihan tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap implementasi Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 127/P/2025 tentang Pedoman Implementasi Coding dan Kecerdasan Artifisial. Program itu sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin dalam memperkuat kualitas pendidikan di daerah.
Selain meningkatkan kompetensi digital guru, pelatihan juga diarahkan untuk mendukung program PAUD Emas berbasis masyarakat. Program tersebut dinilai penting karena angka partisipasi kasar anak usia 0-6 tahun yang mengikuti PAUD di Jawa Tengah masih berada di angka 48,61 persen.
Untuk mendukung program itu, Pemprov Jateng tengah menyiapkan modul pembelajaran PAUD Emas. Sebanyak 49.149 Posyandu di Jawa Tengah juga akan didorong membuka layanan pendidikan anak usia dini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....