Sepi Pengunjung, Pemkot Magelang Akan Evaluasi Selter Ngesengan

  • 06 Okt 2026 08:35 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Selter Ngesengan
  • Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UMKM

RRI.CO.ID, Kota Magelang – Selter Ngesengan yang telah direvitalisasi kini sepi pengunjung, sehingga Pemerintah Kota Magelang menyiapkan evaluasi untuk mencari solusi agar kawasan tersebut kembali hidup dan mampu menggerakkan aktivitas ekonomi pelaku UMKM.

Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono mengatakan, persoalan sepinya selter perlu dibahas bersama, terutama dengan pelaku UMKM yang berjualan di lokasi tersebut dan Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UMKM. “Persoalan selter yang sepi perlu dibahas bersama. Terutama antara pelaku UMKM yang berjualan di lokasi tersebut dengan Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UMKM,” kata Damar, Selasa 6 Oktober 2026

Menurut Damar, evaluasi diperlukan agar aset yang sudah dibangun pemerintah dapat kembali dimanfaatkan secara optimal dan memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM. Selter Ngesengan sebelumnya direvitalisasi untuk memperbaiki wajah kota, menata kawasan, mengurangi kemacetan, sekaligus menyediakan ruang usaha yang lebih modern.

“Namun, setelah bangunan tersedia, persoalannya kini adalah bagaimana membuat fasilitas tersebut kembali hidup. Kami cari solusinya seperti apa, apakah tempatnya, apakah produknya. Ini perlu dibahas bareng,” ujarnya.

Ketua DPRD Kota Magelang, Evin Septa Haryanto Kamil mengatakan, persoalan minimnya aktivitas ekonomi di kawasan Selter Ngesengan sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Karena itu, evaluasi perlu dilakukan secara menyeluruh untuk melihat penyebab kawasan tersebut belum mampu menarik pengunjung.

Menurut Evin, jika hasil evaluasi menunjukkan perlunya perubahan, konsep penataan Selter Ngesengan dapat dikaji ulang. “evaluasi dapat mencakup berbagai aspek, termasuk kemungkinan perubahan bentuk maupun peruntukan kawasan. Namun langkah itu harus didahului kajian berdasarkan kondisi dan data di lapangan,” kata Evin.

Selain persoalan kunjungan, biaya sewa juga menjadi keluhan sejumlah penyewa karena dianggap cukup berat bagi pelaku usaha. Evin menyebut kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih dapat memengaruhi kemampuan pelaku UMKM membayar sewa sekaligus mempertahankan aktivitas bisnisnya.

“Ada kemungkinan kebijakan keringanan atau pengurangan biaya sewa melalui pemerintah daerah dan dinas terkait. Kebijakan tersebut dapat dipertimbangkan jika kondisi perputaran ekonomi di shelter memang masih lesu,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....