Krisis Air Bersih, Warga Kabupaten Pati Terpaksa Beli Air Bersih
- 03 Okt 2026 14:30 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Terpaksa Beli Air Bersih untuk Kebutuhan Sehari-hari
RRI.CO.ID, Pati - Kekeringan dan krisis air bersih sudah melanda 45 desa di 10 kecamatan Kabupaten Pati hingga pertengahan September 2026. Salah satu di antaranya Desa Plumbungan Kecamatan Gabusm hingga warga terpaksa beli air untuk keperluah sehari-hari.
Warga Desa Plumbungan Soekawi mengaku, masyarakat bahkan dirinya terpaksa membeli air bersih sendiri selama tiga bulan terakhir. Bantuan tangki dari berbagai pihak yang peduli meringankan beban warga yang selama ini membeli air bersih secara swadaya.
"Kekeringan sudah sekitar tiga bulan ini kami alami, dan air sumur sekarang terasa asin saat memasak beras. Kami membeli satu tangki berisi sekitar 5.000 liter seharga Rp150.000 dari hasil iuran swadaya seluruh warga kampung," ujar Soekawi.
Kalakhar BPBD Pati Martinus Budi Prasetyo menyebut Desa Pecangaan, Klayusiwalan, dan Tlogomojo terdampak kekeringan baru, pekan ini. Desa Ngagel di Kecamatan Dukuhseti juga masuk atensi khusus akibat kesulitan warga memperoleh air bersih saat ini.
"Sampai hari ini, untuk wilayah kecamatan, kita masih mencatat kekeringan terjadi di 10 kecamatan di Kabupaten Pati. Sedangkan untuk wilayah desa, kita sudah mencatat lebih dari 40 desa yang terlanda kekeringan hingga hari ini," ujarnya.
Kemarau panjang ini, berdasarkan prakiraan BMKG akibat El Nino yang lebih kuat dari tahun lalu dan memperpanjang kemarau hingga bulan November. BPBD mengalokasikan Belanja Tidak Terduga sekitar Rp250 juta dan menerima seratus tangki air bersih dari CSR perbankan, serta distribusi air bersih ke desa-desa terdampak kekeringan secara berkelanjutan.(agp)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....