Melimpah di Musim Kemarau, Produksi Jagung Jateng Capai 2,68 Juta Ton
- 02 Okt 2026 09:24 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Produksi jagung Jawa Tengah tetap melimpah meski berada di tengah musim kemarau. Hingga September 2026, produksi jagung telah mencapai 2,68 juta ton dan diperkirakan terus bertambah hingga akhir tahun.
Capaian tersebut semakin mengukuhkan posisi Jawa Tengah sebagai salah satu lumbung pangan nasional. “Jawa Tengah tetap meneguhkan sebagai lumbung pangan nasional, tidak hanya padi tetapi juga jagung,” kata Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat Panen Raya Jagung di lahan Gapoktan Krido Dharmo, Desa Karanganyar, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, Kamis, 1 Oktober 2026.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jagung Jawa Tengah pada 2025 mencapai sekitar 3,7 juta ton pipilan kering dengan kadar air 28 persen. Jumlah tersebut berkontribusi sekitar 17,02 persen terhadap total produksi jagung nasional dan menempatkan Jawa Tengah sebagai produsen terbesar kedua di Indonesia.
Luthfi mengatakan, keberhasilan menjaga produksi jagung di tengah musim kemarau tidak lepas dari upaya memastikan kebutuhan dasar pertanian tetap terpenuhi. Mulai dari perlindungan lahan pertanian, ketersediaan air, hingga pasokan pupuk dan distribusinya terus menjadi perhatian pemerintah.
Menurutnya, persoalan air menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas lahan pertanian. Penguatan sumber air dilakukan melalui pembangunan sumur dalam, sumur dangkal, jaringan irigasi, hingga embung.
Luthfi optimistis produksi jagung Jawa Tengah masih dapat terus meningkat hingga akhir tahun. Apalagi panen tetap berlangsung saat kemarau dan luas tanam diperkirakan bertambah ketika musim hujan tiba.
Kepala Dinas Pertanian Jawa Tengah De Fransisco Da Silva Tavares mengatakan, produksi jagung saat ini telah mencapai sekitar 72 persen dari target tahun 2026 sebesar 3,7 juta ton. Kabupaten Sukoharjo menjadi salah satu daerah yang berkontribusi dalam pencapaian tersebut.
Untuk menjaga produktivitas, pemerintah juga mempercepat rehabilitasi 300 paket penanganan jaringan irigasi tersier. Selain itu, bantuan alat dan mesin pertanian terus disalurkan guna mendukung proses budidaya hingga pascapanen.
Pemprov Jawa Tengah juga memberikan stimulan benih jagung hibrida melalui APBD untuk lahan seluas 3.200 hektare. Sementara dukungan dari APBN telah terealisasi melalui kontrak penanaman seluas 87.867 hektare di 21 kabupaten dan dua kota.
Dari sisi ekonomi, harga jagung saat ini dinilai cukup menguntungkan bagi petani. Jagung pipilan diperdagangkan pada kisaran Rp7.000 hingga Rp7.500 per kilogram, tergantung tingkat kadar air hasil panen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....