TPA Landoh Rembang Terbakar, Pemadaman Berlangsung 10 jam
- 02 Okt 2026 06:32 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Rembang - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Landoh, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, terbakar pada Kamis, 1 Oktober 2026 pagi. Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 05.50 WIB dan api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.45 WIB.
Kebakaran terjadi di sisi tenggara area TPA Landoh dengan luas penimbunan sampah mencapai sekitar 1,9 hektare. Banyaknya timbunan sampah membuat proses pemadaman membutuhkan waktu cukup lama dan penanganan ekstra dari petugas.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang, M Lutfi Hakim, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 05.50 WIB. Menurutnya, kondisi TPA yang dipenuhi timbunan sampah membuat seluruh unit pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi.
“Kondisi TPA penuh dengan sampah dan diperkirakan sulit padam. Kami mengerahkan semua unit damkar yang ada,” ujar Lutfi.
Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan dari Kabupaten Rembang untuk menangani kebakaran tersebut. Selain itu, enam mobil tangki turut diterjunkan untuk menyuplai kebutuhan air selama proses pemadaman.
Upaya pemadaman juga mendapat bantuan dari unit pemadam TP Yon 888. Petugas melakukan penyemprotan sekaligus pembasahan di area yang terbakar guna mencegah munculnya kembali titik api.
Lutfi menjelaskan, kebakaran di kawasan TPA memiliki karakteristik berbeda karena api dapat merambat hingga ke bagian dalam timbunan sampah. Kondisi tersebut membuat api berpotensi kembali muncul meski bagian permukaan terlihat telah padam.
“Di kabupaten lain kita tahu ada TPA yang terbakar sampai seminggu bahkan lebih. Makanya kami upayakan semua unit diarahkan ke sana,” katanya.
| Baca juga: TPA Plosojenar Jakenan Pati Kembali Terbakar |
Selain api, kepulan asap tebal juga menjadi kendala dalam proses pemadaman di lokasi. Petugas harus membuka atau mengurai timbunan sampah agar air dapat menjangkau bagian dalam yang masih menyimpan bara api.
“Yang bahaya itu asapnya. Pemadaman membutuhkan waktu yang lama, itu harus menyemprot bagian dalam tumpukan juga, jangan sampai di permukaan terlihat padam, ternyata api masih ada di dalam tumpukan sampah yang menggunung,” ujar Lutfi.
Kebakaran tersebut diduga berasal dari sampah baru yang masuk ke area TPA Landoh. Salah satu kemungkinan pemicunya adalah puntung rokok yang ikut terbawa bersama sampah.
Dalam penanganannya, petugas juga mendapat dukungan dari Palang Merah Indonesia (PMI) dan TNI. PMI mengerahkan satu unit untuk membantu penanganan petugas di lokasi, sedangkan personel TNI membawa tabung oksigen bagi petugas yang terdampak asap.
Proses pemadaman juga menyebabkan dua petugas mengalami luka. Salah satu petugas terluka akibat terkena api, sementara petugas lainnya mengalami luka setelah menginjak pecahan kaca.
Petugas PMI, Taufik, mengatakan salah satu petugas Damkar bernama Yusuf mengalami luka bakar pada bagian kaki. Api disebut masuk ke bagian sepatu yang dikenakannya hingga menyebabkan sepatu tersebut mengalami kerusakan.
“Api masuk ke sepatu, tapi sudah tertangani. Sepatunya tadi katanya sampai bolong,” kata Taufik.
Taufik menyampaikan, petugas PMI segera memberikan pertolongan pertama kepada korban setelah mengalami luka bakar. Bagian kaki yang terkena api disiram menggunakan air dan selanjutnya dibalut agar terlindung dari debu.
“Penanganannya, luka bakar diguyur dengan air supaya tidak melepuh. Setelah itu saya balut agar tidak terkena debu,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....