Kejaksaan Luncurkan Kartu Braille Golongan Darah Pertama di Indonesia

  • 29 Sep 2026 15:23 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Penyandang tunanetra kini dapat mengetahui golongan darah secara mandiri melalui Kartu Donor Darah dan Golongan Darah Braille yang diluncurkan Kejaksaan. Inovasi kesehatan inklusif tersebut menjadi yang pertama di Indonesia.

Kartu tersebut memuat informasi golongan darah dalam huruf Braille sehingga dapat dibaca langsung oleh penyandang tunanetra. Keberadaan kartu ini penting dalam pelayanan kesehatan maupun kondisi darurat yang membutuhkan informasi golongan darah secara cepat.

Peluncuran kartu Braille dipimpin Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI Prof. Reda Manthovani bersama Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Teguh Subroto di Pondok Pesantren Sahabat Mata, Mijen, Kota Semarang, Selasa 28 September 2026. Program tersebut menjadi bagian dari kegiatan sosial dan kemanusiaan Kejaksaan untuk memperkuat aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.

Suasana haru mewarnai kegiatan ketika Prof. Reda Manthovani menyampaikan sambutan di hadapan ratusan penyandang tunanetra. Ia tampak terisak saat menyampaikan apresiasinya kepada Kajati Jawa Tengah yang dinilai menghadirkan pendekatan hukum lebih dekat dengan nilai kemanusiaan.

“Kalau jaksa hanya menekankan kewenangan semata, yang kita dapatkan hanya keadilan yang semu dan tidak terasa di masyarakat,” ujar Reda.

Menurutnya, penegakan hukum harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Pendekatan humanis menjadi kunci agar keadilan benar-benar dapat dirasakan masyarakat.

“Kalau penegak hukum dan metodenya humanis, keadilan akan terasa di hati masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, turut diresmikan Gedung Pondok Pesantren Sahabat Mata untuk memperkuat kegiatan pendidikan dan pemberdayaan bagi penyandang disabilitas, khususnya tunanetra. Kejaksaan juga menyerahkan fasilitas meja pingpong khusus bagi penyandang tunanetra dan 1.000 pasang sepatu bagi siswa SLB se-Semarang Raya.

“Alhamdulillah, bantuan dari Bapak Jamintel ini sangat bermanfaat bagi Yayasan Sahabat Mata dan saudara-saudara kita penyandang tunanetra,” kata Teguh.

Pimpinan Ponpes Sahabat Mata, Basuki, menyampaikan apresiasi atas perhatian Kejaksaan kepada komunitas tunanetra. Dukungan tersebut menjadi energi baru untuk memperkuat program pendidikan dan pemberdayaan yang selama ini dijalankan.

Yayasan Sahabat Mata telah bergerak di bidang pendidikan, pemberdayaan dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas sejak 2008, melalui program pendidikan Al-Qur’an Braille, pelatihan keterampilan, pemanfaatan teknologi aksesibel hingga penguatan kemandirian penyandang disabilitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....