Kampanyekan Keselamatan Maritim, UPP Ajak Nelayan Pahami Aturan Pelayaran

  • 22 Sep 2026 08:23 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Batang – Sebanyak 125 nelayan, pelaku usaha pelabuhan, operator kapal, dan pengguna wilayah perairan Batang mendapat penguatan pemahaman keselamatan pelayaran melalui sosialisasi yang digelar Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Batang, Senin 21 September 2026. Edukasi tersebut menekankan pentingnya memahami alur pelayaran dan potensi risiko untuk mencegah kecelakaan di laut.

Keselamatan menjadi perhatian karena aktivitas perairan Batang juga bersinggungan dengan wilayah operasional Objek Vital Nasional (Obvitnas), termasuk area fasilitas PLTU Batang. Pengguna perairan diingatkan mematuhi batas operasional dan tidak melakukan aktivitas terlalu dekat dengan fasilitas seperti pipa pengambilan air laut (water intake) dan dermaga.

Kepala UPP Kelas III Batang, Sugiyanto, mengatakan keselamatan pelayaran tidak hanya menjadi tanggung jawab Syahbandar atau UPP, tetapi seluruh pihak yang beraktivitas di perairan. Menurutnya, penerapan keselamatan harus dilakukan secara konsisten, bukan hanya dipahami secara teori.

“Keselamatan pelayaran bukan hanya tugas Syahbandar atau UPP, tetapi tanggung jawab kita bersama. Keselamatan tidak cukup hanya dipahami, tetapi harus dilatih, dibiasakan dan dipraktikkan,” ujarnya.

Sugiyanto juga menekankan empat aspek yang perlu diperhatikan dalam keselamatan pelayaran, yakni kesiapan manusia, kelaikan kapal, keselamatan pengguna atau penumpang, serta kondisi cuaca dan lingkungan. Nakhoda dan awak kapal perlu memastikan kompetensi dan kesiapan sebelum berlayar, sedangkan operator wajib memastikan kapal laik laut dan seluruh peralatan keselamatan berfungsi dengan baik.

Kasatpolairud Polresta Batang, Kompol Toto Hadi Prayitno, dalam kegiatan tersebut menyampaikan materi mengenai keselamatan perairan di sekitar Objek Vital Nasional. Materi mencakup pengawasan aktivitas perairan serta patroli di jalur laut dan sekitar dermaga khusus PLTU Batang.

"Pentingnya penegakan aturan di area terbatas, penanganan keadaan darurat, serta pentingnya sinergi antara aparat, pengelola fasilitas, dan masyarakat. Perhatikan batas area operasional dan menghindari aktivitas terlalu dekat dengan fasilitas seperti pipa pengambilan air laut (water intake) dan dermaga, guna mengurangi risiko kecelakaan dan menjaga keselamatan bersama," tegasnya.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kabupaten Batang (HNSI Batang), Teguh Tarmujo, mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan nelayan yang menghadapi risiko tinggi saat melaut.

"Terima kasih kepada PT Bimasena Power Indonesia, KUPP Kelas III Batang, serta seluruh pihak terkait atas terselenggaranya kegiatan keselamatan pelayaran ini. Kegiatan ini sangat penting mengingat nelayan merupakan profesi dengan risiko tinggi," ujarnya.

Sementara itu, PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) turut mendukung sosialisasi keselamatan pelayaran bersama KUPP Kelas III Batang sebagai bagian dari sinergi dengan pemerintah dalam meningkatkan pemahaman masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan. External Relation Manager BPI, Bagus Dona Doni, mengatakan operasional perusahaan sebagai Objek Vital Nasional mencakup wilayah daratan dan perairan.

“Kegiatan operasional kami sebagai Objek Vital Nasional meliputi wilayah daratan dan perairan, sehingga kegiatan ini diharapkan dapat membangun pemahaman yang sama bagi seluruh pihak untuk tetap menjaga dan mengutamakan keselamatan selama beraktivitas di perairan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....