Jemaah Maulid Kanzus Selawat Membeludak, KAI Perketat Pengawasan Jalur Kereta
- 20 Sep 2026 21:45 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Penjagaan diperkuat di sekitar jalur rel dan perlintasan sebidang. Petugas pengamanan internal KAI juga disiagakan dan berkoordinasi dengan TNI/Polri serta pemerintah daerah selama kegiatan berlangsung.
- Jamaah Maulid Kanzus Sholawat Membeludak, KAI Perketat Pengawasan Jalur Kereta
RRI.CO.ID, Pekalongan — PT KAI Daop 4 Semarang memperketat pengawasan di sekitar jalur dan perlintasan kereta api, Minggu 20 September 2026. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dilintasan Kereta Api Jl. Wahidin, Kanzus Selawat Pekalongan akibat membludaknya Jemaah Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.
Ribuan jamaah yang datang untuk mengikuti rangkaian pengajian meningkatkan aktivitas masyarakat di sejumlah titik. Kondisi ini menjadi perhatian KAI karena konsentrasi massa berpotensi meluas hingga mendekati jalur rel maupun perlintasan sebidang.
Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif mengingatkan, Jamaah agar tidak menjadikan jalur kereta api sebagai tempat berkumpul, beraktivitas, maupun berhenti. Masyarakat juga diminta segera meninggalkan area perlintasan ketika kereta akan melintas.
“KAI mengimbau seluruh peserta pengajian agar tidak beraktivitas di jalur rel kereta api, tidak berhenti di area perlintasan, serta tetap mematuhi aturan keselamatan demi keamanan bersama,” ujarnya. Peringatan ini bukan tanpa alasan. Jalur kereta api merupakan area terbatas yang tidak diperuntukkan bagi aktivitas masyarakat.
Menurut dia, kepadatan jamaah di sekitar rel dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat arus kedatangan dan kepulangan berlangsung bersamaan. Untuk mengantisipasi potensi gangguan perjalanan kereta api, KAI Daop 4 Semarang meningkatkan pengamanan di sejumlah titik yang dinilai rawan aktivitas masyarakat.
Luqman menegaskan, penjagaan diperkuat di sekitar jalur rel dan perlintasan sebidang. Petugas pengamanan internal KAI juga disiagakan dan berkoordinasi dengan TNI/Polri serta pemerintah daerah selama kegiatan berlangsung.
Tak hanya memperkuat personel, KAI juga menginstruksikan Awak Sarana Perkeretaapian membunyikan suara peringatan melalui lokomotif saat kereta melintas di sekitar lokasi pengajian. Peringatan dari lokomotif tersebut menjadi sinyal tambahan bagi masyarakat agar tidak berada terlalu dekat dengan jalur perjalanan kereta api.
"Petugas juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan menyampaikan imbauan keselamatan melalui pengeras suara di stasiun maupun kawasan sekitar jalur kereta api," ujarnya. Kegiatan keagamaan dapat berlangsung dengan aman apabila peserta dan masyarakat sekitar disiplin menjaga jarak dari jalur rel serta mematuhi ketentuan keselamatan perkeretaapian.
“KAI mendukung seluruh kegiatan masyarakat yang berlangsung dengan tertib dan aman. Untuk itu kami mengajak seluruh peserta pengajian dan masyarakat sekitar agar bersama-sama menjaga keselamatan perjalanan kereta api demi kenyamanan dan keamanan bersama,” tutupnya.
Ia menuturkan, pesan utama KAI jelas: kepadatan jamaah jangan sampai membuat keselamatan di jalur kereta terabaikan. Rel bukan tempat berkumpul, dan satu kelalaian dapat berujung pada risiko serius bagi jamaah maupun perjalanan kereta api.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....