Dorong Kedaulatan Ekonomi Nasional, HIPMI PT Undip Gelar ICLS Featuring BJF 2026
- 19 Sep 2026 21:13 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi Universitas Diponegoro (HIPMI PT Undip) secara resmi menyelenggarakan forum diskusi nasional bertajuk ICLS Featuring BJF 2026. Mengusung tema “Membangun Kedaulatan Ekonomi Indonesia Melalui Hilirisasi Komoditas Strategis, Akselerasi EBT, dan Kepastian Hukum Investasi”, kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 19 September 2026, di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jawa Tengah.
Kegiatan ini menjadi ruang dialog bagi berbagai pemangku kepentingan untuk membahas arah dan tantangan perekonomian Indonesia. Khususnya dalam mendorong hilirisasi komoditas strategis, percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan (EBT), serta menciptakan kepastian hukum yang dapat mendukung iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Di bawah kepemimpinan Rizky Najagar Abdillah Sihite, yang kerap disapa Jagar, selaku Ketua HIPMI PT UNDIP, forum ini menjadi bagian dari komitmen HIPMI PT UNDIP. Dengan menghadirkan ruang diskusi yang mempertemukan perspektif akademisi, pelaku usaha, pemerintah, investor, serta generasi muda dalam membahas isu-isu strategis ekonomi Indonesia.
Jagar menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam memahami dan mengambil bagian dalam agenda pembangunan ekonomi nasional. Menurutnya, mahasiswa dan generasi muda tidak hanya perlu menjadi penonton dalam perubahan ekonomi, tetapi juga harus dipersiapkan untuk menjadi bagian dari ekosistem kewirausahaan, investasi, dan pembangunan industri Indonesia.
"Melalui ICLS Featuring BJF 2026, HIPMI PT UNDIP berupaya menghadirkan diskusi yang tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi juga mendorong munculnya perspektif dan kolaborasi yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha serta perkembangan ekonomi nasional," terang Jagar.
Tema mengenai hilirisasi komoditas strategis menjadi salah satu perhatian penting dalam forum ini. Penguatan industri dari hulu hingga hilir memiliki keterkaitan erat dengan peningkatan nilai tambah komoditas, pengembangan industri nasional, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan daya saing Indonesia.
Selain itu, pembahasan mengenai akselerasi EBT menjadi bagian penting dalam melihat masa depan energi Indonesia. Transisi energi membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan investasi, inovasi teknologi, kesiapan sumber daya manusia, serta kebijakan yang mampu menciptakan ekosistem energi yang berkelanjutan.
“Pembangunan ekonomi nasional tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan generasi muda untuk menciptakan inovasi serta membuka peluang baru. HIPMI PT UNDIP siap menjadi bagian dari kolaborasi tersebut,” ujar Jagar.
Sementara itu, aspek kepastian hukum investasi menjadi elemen penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif. Kepastian regulasi dan tata kelola yang baik dibutuhkan untuk memberikan kejelasan bagi pelaku usaha sekaligus mendukung masuknya investasi yang mampu memberikan manfaat bagi perekonomian nasional.
Bagi HIPMI PT UNDIP, penyelenggaraan ICLS Featuring BJF 2026 juga menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi organisasi mahasiswa pengusaha. Terlebih ini juga sebagai wadah pembelajaran, jejaring, dan pengembangan kapasitas generasi muda di bidang kewirausahaan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Jagar bersama HIPMI PT UNDIP berharap forum tersebut dapat menjadi ruang bertemunya berbagai gagasan dan perspektif mengenai masa depan ekonomi Indonesia. Sekaligus membuka peluang kolaborasi antara mahasiswa, dunia usaha, pemerintah, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
"ICLS Featuring BJF 2026 diharapkan dapat menjadi salah satu langkah konkret dalam mendorong lahirnya generasi muda. Memiliki wawasan ekonomi, keberanian berwirausaha, serta kepedulian terhadap agenda pembangunan dan kedaulatan ekonomi Indonesia," pungkasnya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....