PLN Indonesia Power Tanam 1.000 Mangrove, Perkuat Pesisir Tambak Lorok

  • 17 Sep 2026 15:15 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Ancaman rob, gelombang besar, abrasi, dan penurunan muka tanah mendorong warga Tambak Lorok, Kelurahan Tanjung Mas, Kota Semarang, memperkuat perlindungan kawasan pesisir melalui penanaman mangrove. Upaya tersebut mendapat dukungan PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Semarang dengan menanam sekitar 1.000 pohon mangrove bersama masyarakat dan media, Kamis 17 September 2026.

Kawasan Tambak Lorok selama ini menghadapi dampak langsung gelombang laut dan rob. Bahkan, sebelum adanya infrastruktur perlindungan pesisir, gelombang besar pernah menghantam permukiman warga hingga merusak sejumlah rumah, dengan kerusakan terbanyak mencapai 14 rumah pada 2021.

Ketua RW 15 Tambak Lorok, Slamet Riyadi mengatakan, masyarakat telah berupaya menanam mangrove sejak awal sebagai bagian dari perlindungan wilayah. Kerja sama dengan PLN Indonesia Power dalam upaya tersebut juga telah terjalin sejak 2003. "Penanaman mangrove ini memang kami upayakan sejak awal. Tujuannya melindungi wilayah. Kami bekerja sama dengan Indonesia Power sejak 2003," kata Slamet.

Slamet menjelaskan, kondisi pesisir Tambak Lorok membuat perlindungan kawasan menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. "Kalau Desember-Januari ombak besar menghantam rumah sampai menghancurkan beberapa rumah. Yang paling banyak 14 rumah pada 2021. Kalau setiap tahun, empat sampai enam rumah itu pasti," ungkapnya.

Selain merusak rumah, rob juga mengganggu aktivitas warga. Genangan air di jalan kampung dapat mencapai sekitar 50 sentimeter sehingga menghambat warga bekerja, bersekolah maupun menjual hasil tangkapan laut.

Menurut Slamet, keberadaan mangrove dapat menjadi bagian dari perlindungan alami kawasan pesisir yang menghadapi abrasi dan penurunan muka tanah. "Saya berpikir kalau 15 tahun ke depan mulai hujan dan sebagainya, makanya saya perkuat dengan tanaman mangrove, cemara laut dan sebagainya. Tujuannya untuk memperkuat perlindungan kawasan," jelasnya.

Manajer Administrasi PT PLN Indonesia Power UBP Semarang, Eva Wirabuana mengatakan, penanaman mangrove merupakan bagian dari program Green Movement sekaligus komitmen perusahaan menjaga lingkungan dan membangun kolaborasi dengan masyarakat. "Hari ini kami bersama masyarakat menanam pohon mangrove, sekitar seribu pohon. Dari beberapa tahap yang sudah kami lakukan, penanaman mangrove di sini sudah sekitar 15.000 pohon," ujar Eva.

Penanaman mangrove tersebut dilakukan secara bertahap sejak 2022 dan tidak hanya berada di Tambak Lorok. Program serupa juga dilaksanakan di sejumlah wilayah Semarang sebagai bagian dari kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sekitar.

Upaya menjaga lingkungan juga dihubungkan dengan pemberdayaan masyarakat melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) Cantik Bahari. Salah satunya melalui program Intan Bahari atau Integrasi Pertanian, Peternakan, Membangun Ketahanan Alam Lestari yang mencakup pertanian, urban farming, peternakan, dan pengembangan inovasi masyarakat.

"Program ini mengintegrasikan antara pemberdayaan masyarakat dan lingkungan. Di perusahaan kami selain concern kepada produksi, khususnya memproduksi listrik, kami juga peduli terhadap lingkungan sekitar," jelasnya.

Perwakilan KWT Cantik Bahari, Ety Prastyani mengatakan, kondisi pesisir dengan kadar garam tinggi membuat warga harus menyesuaikan pola bercocok tanam. "Kami pernah menanam ketela rambat dua kali, hasilnya asin. Akhirnya kami mengambil daunnya saja untuk dikonsumsi sebagai sayur," ujar Ety. Saat rob terjadi, warga bahkan memindahkan aktivitas tanam ke tempat yang lebih tinggi. "Kalau menanam di bawah, kalau banjir akhirnya kami menanamnya di atas genteng," katanya.

Kesadaran menjaga lingkungan juga diwujudkan melalui perawatan taman di sejumlah RT dan pemanfaatan tanaman sayuran untuk kebutuhan masyarakat. Ety berharap penghijauan dan pemberdayaan warga dapat terus berjalan secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....