Agustina Ajak Kafilah MTQ Jelajahi Destinasi Wisata Kota Semarang

  • 15 Sep 2026 21:34 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengajak para kafilah dan pendamping MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 mengenal lebih dekat destinasi wisata Kota Semarang melalui rangkaian City Tour Semarang. Kegiatan yang berlangsung pada 15–19 September 2026 ini menawarkan tiga pilihan perjalanan, yakni Heritage Tour, Kafilah Mubeng-Mubeng Kota Semarang, dan Kafilah Dolan Ning Desa Wisata Ramah Muslim.

Melalui tiga pilihan tersebut, para kafilah dapat menikmati pengalaman wisata dengan karakter yang berbeda. Heritage Tour mengajak peserta menyusuri sejumlah destinasi yang merepresentasikan sejarah dan budaya Kota Semarang. Program Kafilah Mubeng-Mubeng mengajak peserta berkeliling melihat wajah Kota Semarang, sementara Kafilah Dolan Ning Desa Wisata Ramah Muslim menghadirkan pengalaman wisata alam dan budaya di Desa Wisata Kandri serta Goa Kreo.

Agustina mengatakan, kehadiran para kafilah dari berbagai daerah menjadi kesempatan untuk memperkenalkan beragam destinasi yang menjadi bagian dari kekayaan sejarah, budaya, dan potensi wisata Kota Semarang.

“Selamat datang kepada seluruh kafilah MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, selama berada di sini, kami mengajak para kafilah mengenal Kota Semarang lebih dekat melalui City Tour. Ada wisata sejarah dan budaya, ada perjalanan melihat wajah kota, dan ada pula pengalaman menikmati desa wisata serta alam Kota Semarang,” ujarnya.

Salah satu pilihan City Tour adalah Heritage Tour yang berlangsung pada 16–17 September 2026, dengan kuota 150 peserta per hari. Rute perjalanan mencakup Lawang Sewu, Sam Poo Kong, Museum Kota Lama, Alun-alun Semarang, dan kawasan Kota Lama.

Lawang Sewu menjadi salah satu ikon sejarah Kota Semarang dengan bangunan peninggalan kolonial. Perjalanan kemudian berlanjut ke Sam Poo Kong, klenteng bersejarah yang menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah dan akulturasi budaya di Kota Semarang.

Kafilah juga diajak mengunjungi Museum Kota Lama yang memuat sejarah dan perkembangan kawasan Kota Lama. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menuju Alun-alun Semarang dan kawasan Kota Lama yang memiliki deretan bangunan bersejarah serta menjadi salah satu kawasan cagar budaya di Kota Semarang.

Rangkaian destinasi tersebut memberikan gambaran mengenai perjalanan Kota Semarang dari masa ke masa, sekaligus memperlihatkan keberagaman budaya yang tumbuh dan menjadi bagian dari identitas daerah.

Bagi kafilah yang ingin menikmati perjalanan keliling kota, tersedia program Kafilah Mubeng-Mubeng Kota Semarang pada 15–19 September 2026 dengan kuota 250 peserta per hari. Peserta diajak berkeliling Kota Semarang dan singgah di Alun-alun Semarang serta kawasan Kota Lama.

Program ini memberikan kesempatan bagi para kafilah untuk melihat langsung suasana Kota Semarang dari perjalanan menggunakan armada wisata yang disiapkan khusus melayani para tamu daerah.

Sementara itu, program Kafilah Dolan Ning Desa Wisata Ramah Muslim membawa peserta mengenal potensi wisata berbasis masyarakat di Desa Wisata Kandri dan Goa Kreo. Program ini berlangsung pada 15–19 September 2026 dengan kuota 75 peserta per hari.

Di Desa Wisata Kandri, kafilah dapat mengenal aktivitas budaya dan kearifan lokal masyarakat. Sementara di Goa Kreo, peserta dapat menikmati kawasan wisata alam yang berada di sekitar Waduk Jatibarang. Pilihan ini memberikan pengalaman berbeda bagi para kafilah karena memperkenalkan sisi Kota Semarang yang tidak hanya berada di kawasan pusat kota, tetapi juga memiliki potensi wisata alam dan desa wisata yang asri.

Untuk mendukung kelancaran City Tour seluruh keberangkatan dan kepulangan peserta dipusatkan di Balai Kota Semarang. Seluruh program dimulai pukul 15.00 WIB hingga selesai. Dinas Perhubungan Kota Semarang menyiapkan 10 unit armada, terdiri atas satu Bus Wisata Si Kenang, satu Bus Wisata Si Kuncung, satu Bus Wisata Si Denok, dua bus listrik, tiga shuttle, dan dua bus sekolah.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang turut mendukung pelaksanaan melalui fasilitasi tiket masuk destinasi sesuai kuota yang tersedia serta penyediaan tour leader untuk mendampingi perjalanan peserta. Pendaftaran city tour disampaikan melalui Liaison Officer (LO) masing-masing kontingen provinsi.

Informasi pendaftaran diberikan dalam bentuk lembar informasi (flyer) yang dilengkapi kode QR dan tautan formulir daring. Peserta perlu membawa tanda pengenal resmi kegiatan MTQ saat mengikuti city tour.

Agustina berharap pengalaman menjelajahi berbagai destinasi tersebut dapat menjadi bagian dari cerita berkesan para kafilah selama berada di Kota Semarang.

“Kami berharap para kafilah dapat menikmati perjalanan ini dan mengenal Kota Semarang lebih dekat. Setelah kembali ke daerah masing-masing, semoga mereka membawa pengalaman berkesan tentang sejarah, budaya, destinasi wisata, dan keramahan Kota Semarang,” ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....