Cerita Peserta Lomba Kaligrafi MTQ Nasional, Venue Nyaman dan Pelayanannya Ramah

  • 15 Sep 2026 12:31 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXI Tingkat Nasional 2026 di Jawa Tengah, mendapat apresiasi positif dari para peserta. Selain venue perlombaan yang dinilai nyaman dan mendukung konsentrasi, pelayanan panitia lokal selama mendampingi peserta mengikuti rangkaian lomba juga ramah.

Hal ini dirasakan peserta lomba kaligrafi, di Auditorium Imam Barjo Universitas Diponegoro (Undip), Pleburan, Kota Semarang, Senin, 14 September 2026. Peserta kaligrafi dekorasi putri dari DKI Jakarta, Pevi Diana mengatakan, lomba yang diikutinya menggunakan media triplek dengan waktu pengerjaan delapan jam, termasuk waktu istirahat.

Menurut Pevi, venue perlombaan di Auditorium Imam Barjo terasa lebih nyaman, karena memberikan ruang yang lebih privat bagi peserta. Kondisi tersebut membuat konsentrasi peserta lebih terjaga, karena penonton tidak diperbolehkan masuk ke area perlombaan.

“Untuk arena dan segala macamnya enak, nyaman. Ruang privasi lebih ada, lebih terjaga,” ungkapnya.

Selain itu, Pevi mengapresiasi pelayanan panitia lokal, khususnya para liaison officer (LO) yang mendampingi peserta. Menurutnya, panitia sigap menyiapkan kebutuhan transportasi, dan ramah ketika mendampingi peserta.

Pevi yang telah mengikuti MTQ tingkat nasional sejak 2020 di Padang, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, berharap penyelenggaraan MTQ dapat dilakukan setiap tahun. Dia juga berharap panitia semakin memahami teknis setiap cabang lomba.

“Harapannya sih untuk MTQ dilakukan setiap tahun, enggak dua tahun sekali lagi. Kalau semuanya sudah paham, sudah tahu tips dan trik untuk menjalani lomba, itu akan lebih have fun lagi,” katanya.

Dalam sejumlah keikutsertaannya, Pevi pernah meraih juara harapan satu di Kalimantan Timur, juara harapan tiga di Kalimantan Selatan, serta masuk 10 besar ketika tampil di Padang. Tahun ini, dia berharap dapat melaju ke final dan meraih juara pertama.

Setelah perlombaan selesai, Pevi berencana menikmati suasana Kota Semarang, dengan mengunjungi tempat wisata dan mencicipi kuliner. Dia juga ingin mengunjungi bazar MTQ yang sebelumnya dilihat melalui TikTok.

Peserta lainnya, Andi Faiz Azizi, mengikuti cabang kaligrafi hias mushaf sebagai wakil Papua Barat. Keikutsertaannya di MTQ XXXI 2026 menjadi pengalaman pertama mengikuti MTQ tingkat nasional, sekaligus kunjungan pertamanya ke Jawa Tengah.

“Alhamdulillah, bisa berkontribusi dalam event ini. Tentunya sangat bersyukur dan sangat senang juga, karena baru pertama kalinya,” kata Andi.

Dia menilai venue perlombaan cukup luas dan nyaman untuk peserta kaligrafi. "Pada umumnya kaligrafi itu tempat yang sejuk dan tidak terlalu berisik, dan saya rasa di sini cukup bagus dan efisien,” ucapnya.

Karena baru pertama kali datang ke Jawa Tengah, Andi berharap dapat menyempatkan diri mengunjungi tempat wisata dan mencicipi makanan khas daerah setelah perlombaan. “Jalan-jalan ke Jawa Tengah, mau coba jalan-jalan ke tempat wisata, makanan khas sini sih mau,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....