Kafilah MTQ Nasional Puji Keramahan Warga Jateng Sejak Tiba di Semarang
- 13 Sep 2026 16:30 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Kehangatan masyarakat Jawa Tengah menjadi kesan mendalam yang dirasakan para kafilah Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026. Keramahan warga yang mereka temui sejak tiba di Semarang dinilai menjadi nilai lebih yang membuat penyelenggaraan MTQ kali ini terasa istimewa.
Kafilah asal Maluku Utara, Umar Mukhtar, mengaku terkesan dengan sikap masyarakat yang begitu terbuka dan mudah berinteraksi dengan para peserta. Suasana kekeluargaan sudah terasa sejak rombongan tiba di Bandara Ahmad Yani Semarang.
“Kita lihat kondisi masyarakatnya begitu menyatu, hal ini yang sangat menggembirakan kami. Mulai dari sopir dan sebagainya itu sudah sangat menggembirakan kami ketika tiba di bandara,” katanya.
Umar menilai masyarakat Jawa Tengah mampu menciptakan suasana yang membuat para kafilah merasa diterima dan nyaman selama mengikuti MTQ. Kedekatan tersebut menjadi pengalaman yang berbeda dibandingkan ajang serupa yang pernah diikutinya.
Selain keramahan warga, ia juga mengapresiasi kuatnya nuansa religius yang terasa di berbagai wilayah Jawa Tengah. Banyaknya masjid dan aktivitas keagamaan yang mudah ditemui semakin memperkuat kesan positif selama berada di Kota Semarang.
Tak hanya itu, keberagaman kuliner khas Jawa Tengah turut menjadi daya tarik bagi para peserta dari luar daerah. Menurut Umar, pengalaman menikmati budaya lokal menjadi pelengkap kebersamaan yang tercipta selama MTQ berlangsung.
Pimpinan Kafilah Lampung, Makmur, juga mengaku kagum dengan antusiasme masyarakat yang memadati pembukaan MTQ Nasional XXXI di Simpang Lima Semarang. Besarnya dukungan warga menunjukkan bahwa MTQ menjadi hajatan bersama yang mendapat perhatian luas dari masyarakat.
“Sangat luar biasa dari penyambutan, kemudian kita lihat antusias masyarakat yang hadir dalam pembukaan ini. Pokoknya sangat luar biasa,” ujarnya.
Makmur mengatakan MTQ sejatinya bukan hanya ajang perlombaan untuk meraih prestasi. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana mempererat persaudaraan dan membangun kebersamaan antarkafilah dari seluruh Indonesia.
Ia berharap semangat persaudaraan yang terjalin selama MTQ dapat terus terjaga setelah perlombaan berakhir. Dengan begitu, nilai-nilai Al-Qur'an tidak hanya diperlombakan, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Persaudaraan, kompetisi yang baik itu yang kita harapkan, sehingga nilai-nilai Alquran itu bisa terjawantahkan dalam kehidupan para qari dan qariah itu sendiri,” ujar Makmur.
Kesan positif terhadap penyelenggaraan MTQ di Jawa Tengah juga disampaikan kafilah Kabupaten Blitar, Muhlasin. Ia menilai fasilitas yang disiapkan panitia serta lokasi kegiatan yang nyaman membuat peserta dapat mengikuti rangkaian acara dengan lebih optimal.
Menurutnya, kawasan Simpang Lima menjadi lokasi yang strategis dan representatif untuk kegiatan berskala nasional. Area yang luas dan panggung utama yang megah memberikan kenyamanan sekaligus menambah kemeriahan suasana MTQ.
“Tempatnya strategis dan begitu nyaman. Tempatnya begitu luas, panggungnya juga lebar. Jadi, saya kira ini lebih bagus daripada tahun-tahun yang lalu,” katanya.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan MTQ Nasional XXXI tidak hanya menjadi ajang syiar Al-Qur'an, tetapi juga ruang perjumpaan bagi masyarakat dari berbagai daerah. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat persaudaraan sekaligus mengenalkan potensi daerah melalui berbagai kegiatan pendukung, termasuk pameran UMKM.
Senada dengan itu, Menko PMK Pratikno menegaskan MTQ merupakan ajang silaturahmi nasional yang mempererat persatuan bangsa. Menurutnya, pertemuan antarkafilah dari seluruh Indonesia menjadi kekuatan penting untuk membangun kebersamaan di tengah keberagaman.
“Jadi, MTQ ini sekaligus juga ajang silaturahmi dari berbagai daerah di Indonesia. Di sini bertanding iya, tetapi yang utama juga adalah saling mengenal dan saling bersatu,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....